membaca dan dunia
Juli 23, 2008
Ayolah kita galakkan gerakan mencintai baca!!!
Mungkin sangat berlebihan bagi masyarakat, tapi saya tidak mencoba mengharuskan kita untuk membaca. Tidak bisa kita pungkiri bahwa negara kita berada di urutan bawah dalam hal membaca buku atau sejenisnya. Walau banyak juga yang begitu tergila-gila dengan komik. Saya mencoba untuk mengajak masyarakat untuk mulai mencintai pekerjaan membaca, tentunya membaca apa saja yang kita anggap penting untuk kita juga orang banyak. Bahkan yang tidak penting sekalipun. Saya berpendapat bahwa membaca adalah pintu gerbang untuk menjadi pintar. Lantas apakah yang tidak suka membaca tidak akan menjadi pintar. Tentunya tidak, karena kepintaran orang tidak diukur dari suka membaca atau tidak. Setidaknya dengan membaca kita bisa melihat dunia yang lebih luas, bukankah dunia tidak selebar daun kelor, he he he.
Beberapa tahun yang lalu seorang sastrawan besar Indonesia sempat mengunjungi beberapa negara tetangga untuk melakukan penelitian kegemaran membaca. Dan ternyata Indonesia berada diurutan bawah untuk negara-negara Asia. Wow cukup malas bukan masyarakat kita ini. Jepang dan Malaysia yang menempati urutan atas lantas singapura berada di bawahnya.
Lalu seorang Naning Pranoto mengatakan bahwa “ Membaca menggali ilmu sepanjang masa/ Membaca mereguk ilmu sepanjang usia/ Membaca guna memahami alam semesta/ membaca membentuk masa depan kita/ membaca untuk mengubah dunia.
Oke kalau kita menyikapi pernyataan di atas terlalu berlebihan, setidaknya kita bisa merubah diri kita sendiri lewat membaca banyak buku. Tentang apa saja. Entah itu surat kabar, novel, majalah, sains, bahkan komik sekalipun. Dan pada zanam sekarang kita tidak terlalu sulit untuk mendapatkan buku bacaan. Banyak perpustakaan juga tempat-tempat penyewaan buku sudah tersebar di mana-mana. Bukankah artinya gerbang untuk merubah dunia juga terbuka lebar lewat kantong-kantong tempat baca. Memang tidaklah mudah membangun kebiasaan dalam diri kita, perlu waktu cukup lama. Namun ketika kebiasaan itu sudah terbangun kita tidak bisa melepaskannya. Artinya bahwa saya mengajak kita semua untuk mulai membuat kebiasaan membaca, bukankah banyak waktu luang untuk sekedar membaca judul buku lalu meneruskan pada halaman pertama. Berawal dari itu saya yakin kebiasaan untuk membaca akan tertanam dalam diri kita.
Oke saya akan menawarkan beberapa tips untuk memulai mencintai membaca
• Pilihlah jenis buku yang paling disukai.
• Bacalah buku setiap ada waktu luang.
• Cobalah mencari penyegaran bacaan dengan jenis buku yang lain.
• Usahan setiap hari membaca buku, dan selalu mengganti jenis buku atau tema yang beragam.
Setelah itu saya yakin anda akan ketagihan untuk membaca buku. Dan akan merasa ada yang kurang dalam hari-hari anda sebelum anda membaca buku sambil menikmati kopi juga makanan kecil. Ilmu tidak akan pernah habis, selalu saja akan ada ilmu-ilmu baru. Kalau kita tidak membiasakan membaca tentunya kita akan ketinggalan dengan ilmu-ilmu yang baru muncul. Kalau anda tidak percaya buktikan pendapat saya. Apakah kita hanya cukup dengan Fisika, Geografi dan Matematika, dan itu kita dapati ketika masih sekolah. Tentunya tidak bukan. Dalam menghadapi dunia yang semakin maju kita perlu Politik, Hukum, Sastra, Sains, juga resep-resep masakan. Semua itu akan kita temukan dalam buku yang kita baca bukan? Tapi kalau kita masih saja berpegang dengan budaya malas membaca akan jadi apa kita nanti. Lantas kapan kita akan ikut andil merubah bangsa. Dan “apa kata dunia” kalau sebuah bangsa masarakatnya malas membaca buku. Dengan gemar membaca, kita akan mendapatkan banyak hal, buku adalah tempat kita untuk melihat dunia. Akhirnya saya berpendapat bahwa ketika kita sedang bergelut dengan buku berarti kita sedang menjelajahi dunia. Ayo kita pikirkan bersama! Saya berharap kita mau memikirkan ilmu yang selalu datang lewat buku-buku yang setiap hari terbit. Lantas kita akan cepat-cepat membacanya sebelum orang lain mendahuluinya. Dan apakah tidak mungkin kita akan menjadi salah satu pemberi ilmu dari buah kecintaan membaca. Tentunya dengan banyak buku yang kita baca banyak pula ilmu yang terekam dalam otak. Lantas kita akan kembali menelorkan ilmu baru berupa buku untuk dibaca generasi selanjutnya. Banyak bukan keajaiban dari gerakan cinta baca. Begitu seterusnya, ketika mata rantai gemar membaca ini selalu ada, dunia akan selalu dirubah oleh orang-orang gila baca. Bukankah itu sangat hebat.
Seorang Bagus Mustakim yang merupakan seorang pendidik berpendapat bahwa “ dengan membaca seseorang dapat menemukan ketajaman berpikir”. Ia juga mengatakan membaca buku seseorang akan menemukan “mata baru”. Tentunya sangatlah banyak manfaat, ketika gerakan mencitai baca telah tertanam. Kita akan merasa orang yang pintar bukan?
Mari kita gerakkan semangat cinta membaca.
Entry Filed under: esai. .






Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed