Sebuah Pelurusan Dari Ketimpangan.

Januari 2, 2009

(Tanggapan Atas Tulisan Ali Syamsuddin Arsi; Saling Tawar ke Jalan Keluar)

Pertunjukan teater sepanjang tahun 2008 dianggap Ali Syamsuddin Arsi (ASA) sangat minim. Hanya 2 festival di Kota Kandangan yang ditulis dalam esainya (Saling Tawar ke Jalan Keluar: Sinar Kalimantan 27 Des 2008). Padahal yang saya tahu, tahun 2008 kota Kandangan hanya menggelar satu kali festival Teater.

Dengan adanya tulisan itu(Saling Tawar ke Jalan Keluar), saya akan meluruskan apa yang sebenarnya terjadi pada dunia teater di tahun 2008. Jujur saja, saya tidak pernah diakui bahwa saya juga bagian dari dunia teater oleh sebagian kawan teater. Tapi saya mempunyai ijasah resmi jurusan teater dari sekolah saya di Jogja, saya juga selalu mengikuti setiap pementasan di Kalsel. Mungkin bagi mereka itu bukan jaminan karena saya jarang menggarap atau pun bermaian teater. Walau saya tidak dianggap, tetapi saya pernah membuat sejarah perteateran di Banjarbaru. Pada tahun 2006 saya pernah mengadakan festival teater di Banjarbaru, dan itu merupkan pertama kalinya Banjarbaru menggelar festival tingkat Kalsel. Hingga sekarang belum ada yang berani menggelar festival lagi, pun Dewan Kesenian Kota Banjarbaru.

Dalam waktu satu tahun (2008) di Kalsel, sebenarnya banyak sekali pementasan teater dalam bentuk Monolog ataupun kelompok. Baik yang tradisi maupun modern. Pada Festival juga pentas tunggal sanggar-sanggar di Kalsel. Tapi saya dibuat kaget ketika membaca tulisan ASA yang menyatakan bahwa sepanjang tahun 2008 pementasan teater di Kalimantan Selatan minim. Saya rasa pernyataan itu tidak sama dengan kenyataan di lapangan. Dalam catatan saya sepanjang tahun 2008, di Kota Banjarbaru saja lebih dari 6 pertunjukan. Teater WOW (Engken Barajut, Ular Betina Dari Persia, acara Pekan Budaya Kota Banjarbaru dan Tadarus Puisi), Teater Banjarbaru (Penampungan Zaman Akhir, Pasukan Gila, Pentas Tunggal dan Acara Tutup Tahun 2008), Loeweng Production (Gelar sastra sajak-sajak Ajamddin Tifani), Front Budaya Godong Kelor (Dari Kosong Kembali Kosong; Tadarus Puisi juga pentas rutinnya setiap Minggu sore di Taman Air Mancur) Teater SMP 11 (Mamanda) Isuur Loeweng (pentas Monolog dalam Workshop Penyutradaraan ruMahcerita) Kelompok Halilintar Banjarmasin (Psyco, Pentas Tunggal di Aula Museum). Juga beberapa pentas Festival yang diikuti kelompok dari Banjarbaru, sebut saja Teater WOW yang menjadi juara satu tingkat umum, dalam festival yang diadakan Teater FAS Hukum (kebetulan saya juga ikut main), juga Teater Sampan SMA II Banjarbaru, saat itu menjadi juara umum dalam festival yang sama. Bahkan sebelumnya Teater Sampan juga menjadi juara I dalam festival yang diadakan oleh SMA I Banjarmasin.

Belum lagi pementasan yang ada di kota Banjarmasin dan kota lain di Kalimantan Selatan. Dan yang perlu dicatat juga adalah, bahwa bulan November 2008 Kabupaten Kotabaru menggelar pementasan dengan mendatangkan Kelompok Teater dari Malang Jawa Timur yang berkolaborasi dengan Kelompok Teater dari negeri Belanda selama dua malam. Saya menjadi heran dengan pernyataan saudara ASA, hal itu disebabkan ASA adalah pengurus Dewan Kesenian Kota Banjarbaru yang membidangi Teater, Sastra dan Entertaiment. Bahkan yang saya tahu saat ini beliau juga menjabat ketua Federasi Teater Indonesia(FTI). Namun dengan adanya pernyataan tersebut saya menjadi ragu atas kerjanya selama tahun 2008, tentunya sebagai orang yang membidangi hal tersebut. Seharusnya sebagai orang yang ikut bertangungjawab dalam perkembangan teater di Banjarbaru harus mengetahui segala hal yang menyangkut dunia perteateran. Tentunya bukan hanya pementasan saja yang harus dicatat tetapi juga workshop dan pertunjukan di daerah lain sebagai perbandingan. Tetapi dengan adanya tulisan itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan kurang mengikuti perkembangan pementasan dan workshop di Kalsel.

Sementara di Banjarmasin, Sanggar Lawang menggelar parade monolog selama tiga hari dengan 7 orang penampil. Di teruskan pementasan sanggar teater FKIP Unlam yang disutradarai Edi Sutardi. Juga pentas monolog, oleh aktor Yadi Muryadi, keliling di beberpa kota Kalsel. Bahkan baru-baru ini, tepatnya bulan Desember Sanggar Bahana IAIN Antasari menggelar temu teater se-Kalimantan. Lantas tahun 2008 ditutup dengan pertunjukan kolosal pada tanggal 31 oleh Sanggar Budaya Kalimantan Selatan di GOR Hasanuddin Banjarmasin. Hal itu menjadikan bukti bahwa pernyataan saudara ASA dalan esainya tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan (baca pentas kolosal) saya menyempatkan menemui sutradara yang merupakan tokoh teater Kalsel H Ajim Aryadi. Beliau mengatakan bahwa pertunjukan teater sepanjang tahun 2008 menunjukkan kemajuan kualitas dibanding sebelumnya. Hal itu juga dibenarkan Edi Sutardi. Ia juga mengatakan bahwa selama ia melihat dan menjadi juri pertunjukan teater rata-rata kualitasnya sudah bagus.

Kemudian menyikapi harapannya untuk mengembalikan remah-remah piecahan pijar, seperti yang ditulisnya. Seharusnya mulai sekarang saudara ASA selaku ketua FTI kalimantan Selatan sudah memulainya. Sebab hal itu menjadikan sebuah kewajiban atas lembaga yang dipimpinnya.

Jadi menurut saya tulisan saudara ASA yang berjudul Saling Tawar ke Jalan Keluar yang dimuat koran Sinar kalimantan 27 Desember 2008, tidak mempunyai dasar yang kuat. Bagaimana menurut anda!

Entry Filed under: esai. .

13 Comments Add your own

  • 1. Said  |  Januari 2, 2009 at 4:34 am

    Amang isur Nomat,,,,,,,,

    Balas
  • 2. soulharmony  |  Januari 2, 2009 at 4:44 am

    mumet

    Balas
  • 3. warm  |  Januari 2, 2009 at 5:51 am

    ya ya saya setuju dengan anda saja,
    serahkan pada ahlinya,

    Balas
  • 4. Hariesaja  |  Januari 2, 2009 at 12:43 pm

    O bgitu. Kasihn skali dia. Klo dia mo jd pnulis gneral, kuduny mngikuti smua prkmbngn d sgala bidang, trmasuk teater. Klo tdk bgtu, jdiny tulisn dngkal, kurang valid. Gtu kok bs masuk koran ya? Eh, gak usah sbut ijasah, jd seniman gak btuh it. Yg pnting karyanya bung. Diakui atw tdk, it blakangn. Soal waktu & kjujurn. Ok! Dont be sad.

    Balas
  • 5. syafwan  |  Januari 2, 2009 at 1:50 pm

    Lah, kok bisa? ane nga abis pikir.

    Balas
  • 6. Sarah Luna  |  Januari 3, 2009 at 12:42 am

    Gak ikut-ikuuut.. hehehe..

    Balas
  • 7. yulianbjm  |  Januari 3, 2009 at 4:27 am

    saya gak begitu tau… jadi…………..?
    jadi tulisan ini dimuat saja , sebaga kalrifikasi…i

    Balas
  • 8. Rizal  |  Januari 3, 2009 at 5:08 am

    Ouh .. seperti itu rupanya ..
    walaupun saya tdk begitu tau ttg teater, tapi saya turut prihatin …
    dgn berita yg tidak benar

    Balas
  • 9. dendin  |  Januari 3, 2009 at 7:06 am

    kita semua memang hidup di dunia teater……
    peace….

    Balas
  • 10. sarahtidaksendiri  |  Januari 4, 2009 at 9:37 am

    aduh, sy g begitu tau n paham sich sbrnya, apalagi ttg theater, yg aQ tahu dunia theater adalah bentuk seni yg indah dan mnewan, sekaligus eksotik, keindahannya pun misterius..

    mksh y udah mampir k blogQ
    salam kenal :)
    nice blog

    Balas
  • 11. Qichuy Bahana  |  Februari 4, 2009 at 11:47 am

    salam teater…. teruskan berkarya dengan seni yang kita miliki

    Balas
  • 12. icha820  |  April 20, 2009 at 8:29 am

    hai mas loeweng…….
    kapan on line….

    jangan jatuh gitu donk…
    katanya ga pernah mikirin apa yang telah lalu ataupun yang belum dihadapi..

    kapan qta bisa bareng lagi…

    janji Mas….
    akan aku tunggu..
    sampai kapan aja..
    atau bahkan akan jadi janji manis yang tak tahu kapan akan terwujud…..

    Balas
  • 13. bazi ajahhh  |  Juni 2, 2009 at 2:40 pm

    EhhMM..
    BaGus juga tuH…

    Tapi pha semua tuh maNK beneraN kaRya sendiri??

    UPss,,
    NggaK mKsuD bWt nYiggunG kQ…

    Balas

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Lembaran

Sponsor Blog Ini




Jadwal KEhidupan

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Penaku

kata mereka

benkyongeblog di aku menuju darah dan air …
Rizal di aku menuju darah dan air …
wong jowo di Budaya Jujuran menjadi Momok P…
kejarsetoran di Hai Kenapa Harus PNS sih?
Jiwa Teater di Buku Tamu

tulisan teratas

sahabat-sahabat yg mampir

Blogroll

RSS sajak-sajak Isuur (meghatruh) loeweng S

Jangan asal copy paste ya..

isuur loeweng s komet

Arsip