Bensin Hilang ,Yudoyono Ngamuk !
Januari 6, 2009

bensin habis, jerigen antri
Luar biasa parah keadaan negara tercita ita ini, hutang banyak, orang miskin banyak, eh kebutukan selalu saja tidak norml. Lantas ujung-ujungnya masyarakat yang kena batunya. Siapa yang harus kita salahkan kalau sudah begitu.
Mulai 5 hari yang lalu Bensin dan Solar hilang dari pasaran, hampir semua POM bensin di Kalimantan Selatan bahkan di seluruh penjuru tanah air kosong. Akhirnya yang paling diuntungkan adalah penjual eceran, seenaknya menjual kepada konsumen. Padahal kita masih begitu ingat dengan kelangkaan BBM pada tahun 2008 kemarin, hingga harga eceran mencapai Rp. 25.000/liter. Kapan Indonesia ini mau makmur. Kemudian dikelangkaan awal tahun ini, pengecer sudah ada yang menjual sampai harga Rp. 12. 500/liter. Padahal harga di POM hanya Rp. 5000/liter.
Melihat langkanya BBM di pasaran, Yudoyono orang nomor 1 di negeri ini mencari tahu ke Instansi yang mengurusi masalah BBM. Menurut keterangan pikah Pertamina kepada Yudoyono, kekosongan sejumlah SPBU dikarenakan libur, yang mengakibatkan pengiriman terlambat. Dengan jawaban dari pihak Pertamina seperti itu, Yudoyono ngamuk, mengangap Dirut Pertamina tidak becus mengurusinya.
Yang menjadi pertanyaan saya, siapa sih yang memilih orang nomor 1 di Pertamina, kok tidak becus mengurusi bidangnya, atau justru yang menempatkan tugas itu yang tidak becus. Yang imbasnya masyarakat selalu saja menjadi yang teraniaya oleh ulah pemegang hak otoriter tersebut.
Masyarakat harus mengeluarkan dana lebih banyak, untuk bisa membeli Bensin tetapi pengasilan tidak bertambah. Yang senang adalah para elit dan penjual Bensin eceran.
Saya juga kaget ketika jerigen-jerigen ikut antri di POM, yang saya tahu jerigen dilarang antri. Peraturan seperti apa yang di terapkan di Indonesia ini. Sangat tidak jelas. Saya semakin hari semakin muak melihat permasalahan yang selalu saja membuat rakyat kecil menderita.
Tapi para elit itu selalu saja hanya memandang sebelah mata, mereka tidak pernah sadar, bahwa yang bisa membuat mereka seperti itu adalah rakyat.
Taik kucing pemerintah yang sok membela rakyat itu, nyatanya rakyat selalu saja mejadi yang menderita paling pertama.
Entry Filed under: tulisan sederhana. .
10 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1. yulianbjm | Januari 6, 2009 at 5:53 am
ya memang kaya tai kucing, semuanya gak ada yang becus..
heran banget sama keadaan negeri ini yg kian hari, kian hancur oleh kebodohan, keserakahan, dan kekuasaan….
2. syafwan | Januari 6, 2009 at 5:56 am
Begitulah kalau semua orang libur. Untung malaikat pembagi rizki nga ikut libur. bisa mati semua rakyat Indonesia
3. aap | Januari 6, 2009 at 6:23 am
Ya..itulah Indonesia…sudah menjadi pemandangan sehari-hari..antri BBM, Minyak Tanah, elpiji semuanya sering kali menghilang. Bikin rakyat yang susah tambah susah…
4. Syams Ideris | Januari 6, 2009 at 7:47 am
kayaknya kita semua udah tahu jawabannya?
Tapi kok rakyat Indonesia nggak ada jera dan kapok-kapoknya memilih pemimpin model beginian…heran,
mending golput aja kan minimal tidak ikut kena dosa karena salah pilih..
5. baburinix! | Januari 8, 2009 at 4:32 pm
SBY : susah Bensin YEEE…..
pak syam : bagaimana klo komunitas kayuh baimbai golput?
6. benkyongeblog | Januari 10, 2009 at 6:58 am
hmmmmm… karena ku sering beli di eceran jadi ga pernah tuh ngerasain ngantri bensin di POM… yg ada tambah mahal aja harga bensin na… maklum kan ga beli di POM…
kasian ya pa SBY… sapa suruh jadi Presiden…. ga da enak nya jd Presiden…. salah langkah ambil keputusan akan di gugat rakyat…
untung ku ga terpilih jd Presiden *toenk*
7. randualamsyah | Januari 12, 2009 at 12:01 am
Kemarin, di banjar,saya ndorong motor 3 KM…He..he…Bensin…………………………!!!
8. Denaya Lesa | Januari 13, 2009 at 8:03 pm
Ass.wr.wb,
Kakak ini Denaya silaturrahim ke blog kakak. Salam kenal kakak.
Oh ya ini ada titipan dari papa Rohedi buat seluruh visitor di sini.
http://rohedi.com/content/view/33/1/
Ya barangkali buat bekal ngembangin ilmu gali bensin agar Pak SBY tidak ngamuk melulu.
Terima Kasih kakak.
Wass.
Denaya.
9. HE. Benyamine | Januari 14, 2009 at 4:30 am
Ass.
Nah ini … presiden juga ikut mengeluh seperti rakyat aja yang cuma bisanya mengeluh. Presiden dengan enak mengeluh sambil diliput berbagai pemberitaan, padahal keluhan presiden itu tidaklah layak dan patut sebagai pemegang otoritas di negeri ini.
Bagaimana rakyat bisa damai hidup, jika presiden saja bisanya cuma mengeluh tentang kelangkaan BBM yang rutin terjadi. Presiden harusnya tidak mengeluh keadaan yang mana ia dapat merubahnya, tinggal copot para pejabat yang tidak becos kan masih banyak stok anak bangsa yang berkompeten, kecuali presiden memang tidak punya niat dan kemauan untuk kedamaian hidup rakyatnya, jadi ikut mengeluh seperti rakyat juga.
Rakyat mengeluh ada waktunya … jangan sampai menjadi tidak mau mengeluh lagi maka tunggu saja …
10. Iklan Gratis | Juli 20, 2009 at 5:23 am
Setuju mas… memang pemerintahan kemaren belum sempurna. Semoga pemerintahan yang akan datang bisa jauh lebih baik yah, sehingga semua warga negara bisa merasa bangga sebagai warga Indonesia yang makmur.