Archive for Februari, 2009
Hanya Obrolan Saja.
Malam tidak begitu cerah memang, ketika saya dan beberapa kawan ngobrol di salah satu warung. Di kawasan pujasera minggu raya Banjarbaru. Semula saya dan kawan-kawan Bloger Banjarbaru datang ke kawasan minggu raya untuk makan malam.
Sesampainya di sana ternyata ada kawan lain yang juga biasa nongkrong di warung pak Haji. Tapi bukan sesama blogger, mereka adalah kawan yang bergerak di bidang LSM. Karena saya tidak hendak makan, saya memisahkan diri dengan kawan-kawan blogger, lantas membaur dengan kawan LSM tersebut. Saya dan Sandi Firly yang memisahkan diri dari kawan-kawan blogger. Akhirnya kami memulai ngobrol, yang awalnya hanya bertanya tentang kabar masing-masing sambil kami berjabat tangan. Berawal dari halaman oponi Radar Banjarmasin akhirnya sampai ke arah otonomi daerah. Wajar saja karena kawan yang membawa kami ngobrol termasuk seorang yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. (lagi…)
10 comments Februari 19, 2009
Budaya Jujuran menjadi Momok Pemuda Kelas Menengah kebawah untuk Menikah.
Jujuran, bisa juga disebut mas kawin atau mahar dari pihak laki-laki kepada calon pengantin perempuan. Hampir di seluruh benua Indonesia kebudayaan itu seakan-akan ritual wajib untuk menuju jenjang pernikahan. Sebagai ritual peminangan keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan. Tak terkecuali di ranah Borneo (Kalimantan Selatan). Di Kalimantan mahar atau mas kawin bisa disebut jujuran. Dan jujuran di Kalimantan Selatan besarnya kadang-kadang membuat pemuda akan tercengang, khususnya pemuda perantauan. Yang penghasilannya pas-pasan. Kenapa sebab? (lagi…)
12 comments Februari 16, 2009
Di alur barito aku menunggumu
Sebuah sajak fragmen
jajaran jukung menangisi pagi buta
memungut dingin yang tiba-tiba ngilu
lalu, menari di liuk riak berwarna kecoklatan
aku melihat bayangmu termangu (lagi…)
5 comments Februari 12, 2009
1300 cattinger kecewa dengan Hannruf Comunication
Entah apa yang dirasakan oleh 1300 orang yang di kumpulkan oleh Hannruf Comunication. Acara pemecahan rekor muri untuk peserta catting terbanyak, tapi yang terjadi adalah not connecting. Saya memang bukan bagian peserta catting terbanyak itu, kapasitas saya di tempat itu hanya ingin melihat kawan-kawan blogger yang mengikuti acara tersebut.
Banyak pembicaraan saat saya berbaur dengan 1300 peserta, mereka semua tak ada yang berhasil login untuk melakukan catting, seperti yang diharapkan panitia.
Sampai acara ditutup tak satu pun peserta yang berhasil, tapi sayng peenyerahan sertifikat rekor muri sudah diserahkan. Artinya apabila sertifikat itu tetap sah, seluruh Indonesia telah dibohongi oleh penyelenggara. Akan lebih baik lebih baik sertifikat itu diganti, pemecah rekor muri display laptop dengan peserta 1300 orang. Artinya Hanruf comunication tetap bisa menerima sertifikat tersebut. Hahaha.
Bagaimana menurut anda?
12 comments Februari 12, 2009
Rehab Balairung Sari, Munculkan Kontrofersi.
Di akhir tahun 2008 yang baru saja lewat, Taman Budaya Kalimantan Selatan (TBKS)mempunyai hajat besar. TBKS merehab 90% bangunan yang ada di komplek TBKS, salah satunya adalah gedung pertunjukan Balairung Sari. Namun setelah rehab gedung sudah mencapai 95% banyak hal yang dianggap tidak memenuhi standar gedung pertunjukan. Beberapa waktu yang lalu, ketika tim pemantau melihat hasil perehaban TBKS tidak banyak komentar atas apa yang dihasilkan pihak kontraktor dan TBKS. Tetapi di luar itu, orang-orang yang akan menggunakan fasilitas Balairung Sari setelah nantinya dioperasikan banyak yang mengeluh. Hal utama yang di keluhkan adalah kelemahan akustik gedung. Hal itu sangat dirasakan oleh aktor kawakan Kalsel Yadi Muryadi yang kebetulan mempunyai kesempatan untuk menjajal akustik Balairung Sari saat latihan teater. Ternyata suara yang dihasilkan menggema. Bahkan volume gema mencapai tiga detik. Dalam hal itu Yadi mengungkapkan bahwa akustik yang sekarang lebih buruk dari sebelumnya. Menurutnya aktor akan sangat tersiksa dengan keadaan gedung yang seperti itu. (lagi…)
7 comments Februari 7, 2009





