Di alur barito aku menunggumu

Februari 12, 2009

Sebuah sajak fragmen

jajaran jukung menangisi pagi buta

memungut dingin yang tiba-tiba ngilu

lalu, menari di liuk riak berwarna kecoklatan

aku melihat bayangmu termangu

kerjap kupu-kupu mencumbu embun yang terluka

sebagai pertanda atas kerinduanku

di sela penjaja sayur cinta

ketika aroma malam telah berlalu, dan

dendang adzan subuh meliuk di telinga

oo, air mata

aku menunggumu di alur barito

tempat yang dulu kita memadu kasih

mencari puing hati putri junjung buih, sebagai mas kawinku

malam telah berlalu terlalu cepat

junjung buih tinggal cerita

kenangan itu terseret riak barito yang semakin sakit

aku masih tetap menunggumu di dermaga

air mata,

bila saja nagara dipa masih kokoh berdiri

ku tangisi empu jatmika

dan air mataku, kupersembahkan

sebagai mas kawinku.

Menjelang pagi saat adzan subuh bersahutan

31 jan 2009, poltek banjarmasin.

Entry Filed under: puisi. .

5 Comments Add your own

  • 1. princezt  |  Februari 12, 2009 at 5:35 am

    Salam kenal ya dari putri

    Balas
  • 2. Yulianbjm  |  Februari 12, 2009 at 10:45 am

    nah…apa pula nih…?..

    Balas
  • 3. soulharmony  |  Februari 14, 2009 at 3:14 am

    menunggu kiriman barang lo, tapi dompet tertinggal di Banjarbaru

    Balas
  • 4. HE. Benyamine  |  Februari 19, 2009 at 4:52 am

    Ass.

    “mencari puing hati putri junjung buih, sebagai mas kawinku” … betapa sulitnya mendapatkan mas kawin, belenggu “kenangan itu terseret riak barito yang semakin sakit”.

    Oh … kekasih yang terseret riak sungai barito …. “… air mataku kupersembahkan sebagai mas kawinku”.

    Betapa mahalnya mas kawin berupa air mata … jangan engkau tolak putri junjung buih … sambutlah dan bukalah pintu penerimaan yang lapang ….

    Balas
  • 5. taufik79  |  Februari 19, 2009 at 7:50 am

    Ya ya ya……. aku masih tetap menunggumu di dermaga…

    Biarlah waktu yang kan membawamu
    Tuk obati luka tanpa sisa di dada
    Tak ada kecewa, tak ada sengketa

    Bersama bayang – bayang maya
    Terlempar ke jurang derita tanpa pelita
    Yang kutau hanya satu
    Aku tetap menunggumu !

    Balas

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Lembaran

Sponsor Blog Ini




Jadwal KEhidupan

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Penaku

kata mereka

benkyongeblog di aku menuju darah dan air …
Rizal di aku menuju darah dan air …
wong jowo di Budaya Jujuran menjadi Momok P…
kejarsetoran di Hai Kenapa Harus PNS sih?
Jiwa Teater di Buku Tamu

tulisan teratas

sahabat-sahabat yg mampir

Blogroll

RSS sajak-sajak Isuur (meghatruh) loeweng S

Jangan asal copy paste ya..

isuur loeweng s komet

Arsip