<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://loeweng08.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://loeweng08.wordpress.com</link>
	<description>Hidup jangan dipikirkan, lakoni aja, biar mengalir apa adanya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Aug 2011 18:10:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='loeweng08.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://loeweng08.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://loeweng08.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>aku menuju darah dan air mataku</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/10/29/aku-menuju-darah-dan-air-mataku/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/10/29/aku-menuju-darah-dan-air-mataku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/2009/10/29/aku-menuju-darah-dan-air-mataku/</guid>
		<description><![CDATA[teriakanku hanya mimpi yang lebam mejadi luk di bilik rumah hatiku ah merana aku, darahku, air mataku menjelma rumah singgah yang beku meniduri malam yang sepi melantun tembang tentang kesedihan anyir<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=224&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>teriakanku hanya mimpi yang lebam</p>
<p>mejadi luk di bilik rumah hatiku</p>
<p>ah merana</p>
<p>aku, darahku, air mataku</p>
<p>menjelma rumah singgah yang beku</p>
<p>meniduri malam yang sepi</p>
<p>melantun tembang tentang kesedihan anyir</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=224&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/10/29/aku-menuju-darah-dan-air-mataku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Museum Rumah Sejarah yang Ditinggalkan Masyarakat.</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/03/03/museum-rumah-sejarah-yang-ditinggalkan-masyarakat/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/03/03/museum-rumah-sejarah-yang-ditinggalkan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 04:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[esai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Museum, ketika membacaa kata itu kita akan segera menuju benda-benda sejarah yang penuh historis. Namun di balik itu adalah yang membuat kita mengelus dada, sebab tidak kita pungkiri, obyek wisata yang berupa Museum akan selalu sepi dari obyek wisata lainnya. Dewasa ini tempat wisata, seperti rumah makan, watter boom, agro wisata lebih menarik daripada museum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=220&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Museum, ketika membacaa kata itu kita akan segera menuju benda-benda sejarah yang penuh historis. Namun di balik itu adalah yang membuat kita mengelus dada, sebab tidak kita pungkiri, obyek wisata yang berupa  Museum akan selalu sepi dari obyek wisata lainnya. Dewasa ini tempat wisata, seperti rumah makan, watter boom, agro wisata lebih menarik daripada museum yang sebenarnya menyimpan ilmu yang tidak ternilai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kenapa sebab?<span id="more-220"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Menurut pemikiran saya, museum sudah tidak menarik dengan kemasan yang statis, dari mulai berdirinya hingga kurun waktu yang lama. Dengan dasar seperti itu masyarakat merasa bosan untuk datang ke museum. Padahal dewasa ini masyarakat selalu saja mencari sesuatu yang baru sebagai pengobat kejenuhan sehari-hari. Kalau hanya mendatangi museum, dengan obyek yang tidak pernah berubah, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Kecuali mereka yang sedang mengadakan penelitian tentang benda bersejarah. Itupun hanya akan mendapatkan data kasar, sebab mereka tidak bisa melakukan penelitian secara detail, disebabkan fasilitas di museum untuk melakukan penelitian tidak<span> </span>memadahi, bahkan bisa dikatakan tidak ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sebenarnya banyak hal yang bisa dikembangkan oleh pihak museum, tentunya untuk menunjang daya tarik masyarakat. Sebab kalau hanya itu-itu saja akan membosankan. Tentunya hal semacam itu tidak mudah dilakukan oleh pihak museum sendiri. Sebab museum merupakan sebuah lembaga pamerintah yang tidak mudah untuk memutuskan sesuatu secara sepihak. Lain halnya dengan tempat pariwisata milik swasta. Apapun yang akan mereka lakukan adalah hak mutlak tanpa harus banyak pertimbangan banyak lembaga di atasnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dalam tulisan saya terdahulu, banyak trik yang saya ungkapkan sebagai daya dorong masyarakat mengunjungi museum. Namum hal itu tentunya juga akan dipertimbangkan oleh museum sendiri. Sebab, saya sebagai orang di luar lingkungan museum hanya mampu memberikan gambaran, namun tidak ada kewenangan untuk andil dalam pemutusan apa yang akan dikerjakan oleh lembaga tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Saya yakin, lima atau delapan tahun kedepan museum hanya akan menjadi sebuah kenangan. Ada alasan lain mengapa saya berpendapat demikian. Kota Jogjakarta yang notabene kota pariwisata masih mengandalkan kota lain dan hal-hal yang baru untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang. Hal semacam itu akhirnya dimanfaatkan pihak museum-museum yang ada di Jogjakarta untuk menggelar pertunjukan saat hari libur untuk menarik wisatawan datang. Kenapa museum yang ada di kalimanan Selatan tidak mencoba hal semacam itu. Kalau tidak ada terobosan yang membuat masyarakat merasa tertarik untuk datang ke museum, sama halnya museum bunuh diri pelan-pelan. Padahal barang-barang sejarah yang nilainya tidak terhingga itu, hanya berada di museum. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kita lihat museum wasaka yang ada di samping sungai martapura, kenapa lebih ramai soto bawah jembatan daripada museum yang banyak nilai sejarahnya itu. Kenapa juga para tamu yang makan di warung soto bawah jembatan tidak tertarik untuk mengunjungi museum wasaka. Itu adalah sesuatu yang harus dipikirkan oleh pengelola museum wasaka. Menurut pengamatan saya, ada potensi besar untuk menarik para pengunjung soto bawah jembatan untuk mampir ke museum wasaka. Mengingat warga Kalimantan Selatan ini haus dengan hiburan. Dan jalan satu-satunya adalah mengadakan gelar atau event pada hari-hari tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kemudian langkah selanjutnya adalah kerjasama dengan jasa periwisata”travel” untuk mempromosikan museum sebagai salah satu obyek wisata yang menarik. Sebab keberadaan trevel sangat menguntungkan bagi semua obyek wisata di suatu daerah. Melaluipaket-paket wiasata yang ditawarkan pihak travel. Di luar itu promosi pemerintah melalui pameran-pameran keluar daerah juga penting, walau kenyataan saat ini hal itu belum begitu berhasil. Museum seharusnya juga memanfaatkan momen visit 2009 ini untuk menarik wisatawan. Kalau di Kalsel berfokus kepada sungai sebagai obyek visit 2009, museum bisa membidik pameran barang-barang koleksi di siring sungai misalnya. Tentunya tidak semua barang koleksi dibawa, hal itu hanya sebagai pancingan saja untuk menarik wisatawan datang ke museum karena belum melihat semua koleksi saat pameran di luar museum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Berbicara pariwisata di Kalsel, selama ini masih berkutat pada perencanaan dan pembicaraan saja. Tentunya hanya berorientasi pada potensi tanpa realisasi dan sinergi antar pelaku. Termasuk stakeholder yang tentunya sangat berkaitan di dalamnya. Seringkali masyarakat berjalan sendiri, asosiasi juga demikian. Seharusnya pemerintah sebagai fasilitator, regulator serta koordinator lintas pelaku pariwisata di Kalsel bisa mempunyai langkah promosi yang lebih terpadu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Banyak langkah yang bisa dilakukan pemerintah maupun museum untuk berpromosi. Salah satunya adalah dengan menggunakan media cindera mata yang khas. Sebut saja kaos, gantungan kunci, pin dan lain-lain. Barang-barang itu adalah media promosi dengan dua keuntungan. Keuntungan yang pertama adalah pihak tempat wisata mendapatkan finansial dari penjualan cindera mata tersebut. Sedangkan keuntungan kedua adalah, pada saat cindera mata dipakai oleh yang bersangkutan secara tidak langsung obyek wisata dipromosikan olehnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span><span> </span>Memang perlu pemikiran yang matang ketika akan melakukan spekulasi, sebab semua itu memerlukan anggaran. Namun kalau museum tidak berani memulai dan hanya bersikap mengalir saja, saya yakin benda-benda sejarah yang ada di dalamnya akan semakin dilupakan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>Beberapa waktu yang lalu, ketika museum lambung mangkurat mengadakan seminar dengan mengangkat tema “Museum dalam menunjang pariwisata” ada sebuah ungkapan yang menarik perhatian saya. Namun sayang ungkapan “Museum Lambung mangkurat adalah obyek wisata unggulan yang patut dikunjungi” ternyata tidak menarik bagi masyarakat umum secara luas. Kebanyakan pengunjung yang datang ke museum adalah pelajar dan mahasiswa untuk kepentingan pembelajaran. Nah mengingat animo pelajar dan mahasiswa yang selalu membutuhkan museum sebagai tempat penelitian, seharusnya museum menyediakan fasilitas itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Museum juga dituntut mempunyai program untuk masyarakat secara luas dan terbuka, sebab masyarakat akan mendapatkan pengetahuan kebudayaan dari program tersebut. Yang saya tahu beberapa tahun ini museum lambung mangkuran mempunyai agenda tetap, yaitu ba’ayun<span> </span>maulud, namun yang saya tahu hanya sampai sebatas itu. Belum ada follow up-nya setelah acara itu di gelar. Akan lebih bermanfaat jika pihak museum mengadakan seminar tentang fungsi dan tujuan ba’ayun maulud itu sendiri. Sebab mengingat latar belakangnya museum adalah sebuah instansi yang unik dan sumber sejarah. Maka dari itu menurut pemikiran saya, kegiatan yang harus dilakukan oleh museum adalah membuat program yang unik dan bernilai sejarah. Membongkar masalah-masalah sejarah dalam bentuk diskusi dan seminar, sambil mensosialisasikan koleksi museum. Tentunya dengan manajemen yang berkualitas. Sebab untuk mencapai tugas mulia museum, sebagai pelestari benda dan budaya sejarah manajemen yang baik itu sangat penting. Langkah selanjutnya adalah mensinergikan pemikiran seluruh pamong museum dalam membuat program yang akan diajukan kepada dinas terkait. Sebab hal itu akan menjadi pendukung utama dalam melaksanakan program tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dengan langkah itu saya yakin museum akan lebih banyak pengunjung yang datang, sebab hanya museum yang mempunyai program membongkar sejarah. Bagaimana menurut anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Isuur Loeweng S</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Direktur Eksekutif Loeweng Production Banjarbaru</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><strong>Daftar pustaka</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">- Google com</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">- Bulletin Bandarmasih nomor 23,volume 1 2009</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">- Buku besar Sejarah Banjar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">- Ayatrohedi, SUNDAKALA, Buku cuplikan sejarah sunda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">- Nina h Lubis, Buku “Banten dalam Pergumulan Sejarah <span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=220&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/03/03/museum-rumah-sejarah-yang-ditinggalkan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Banten dan Zaman Pra-sejarahnya.</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/03/03/banten-dan-zaman-pra-sejarahnya/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/03/03/banten-dan-zaman-pra-sejarahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 04:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[esai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Banten adalah suatu daerah yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya kerajaan. Kurang lebih 1,8 juta tahun yang lalu, yaitu pada masa Plestosen, Banten diperkirakan berhubungan dengan benua Asia juga pulau-pulau yang berada di bagian barat Nusantara(Indonesia). Yaitu daerah kepulauan Sumatera dan Kalimantan. Kemudian berkembanglah, bahwa daratan yang menghubungkan bagian barat Indonesia dengan daratan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=216&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Banten adalah suatu daerah yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya kerajaan. Kurang lebih 1,8 juta tahun yang lalu, yaitu pada masa Plestosen, Banten diperkirakan berhubungan dengan benua Asia juga pulau-pulau yang berada di bagian barat Nusantara(Indonesia). Yaitu daerah kepulauan Sumatera dan Kalimantan. Kemudian berkembanglah, bahwa daratan yang menghubungkan bagian barat Indonesia dengan daratan di Asia dinamakan paparan Sunda. Lantas pulau-pulau yang berada di bagian timur Indonesia yang menghubungkan dengan daratan Australia disebut paparan Sahul. Karena penurunan permukaan air pada zaman itu, akhirnya terjadinya penyatuan daratan Asia dan Sahul. Semua itu disebabkan pengumpulan air di kutub yang berubah menjadi es. Nah pada masa inilah penyebaran penduduk di nusantara mulai terjadi. Ketika glasiasi berakhir, daratan-daratan yang tadinya menjadi satu, akhirnya terpisah kembali. Dan banyak ditemukan singkapan endapan tanah formasi plestosen di Banten. Maka diyakini bahwa Banten muncul semasa munculnya benua Asia. Setelah Banten diyakini ada, maka dimulailah kehidupan dengan zaman prasejarahnya.<span id="more-216"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pada masa prasejarah, budaya manusia secara umum ditandai dengan cirri-ciri tertentu. Kebanyakan cirikhas itu terdapat pada peninggalan-peninggalan pada tahapan-tahapan zaman yang mereka lewati. Menurut ahli sejarah, bahwa tahapan budaya masyarakat prasejarah ada tiga tahapan penghidupan. Tiga tahapan itu adalah masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam dan masa kemahiran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Namun ketiga cirri tersebut tidak ditemukan di seluruh wilayah nusantara. Beberapa wilayah tertentu tidak memiliki kebudayaan tertua yaitu berburu, Namun mereka memiliki tinggalan budaya yang jauh lebih muda dan moderen. Namun menurut penelitian ahli sejarah daerah Banten memiliki ketiga tahapan kebudayaan tersebut. Namun sayang di Banten tidak banyak sumber yang menerangkan tentang zaman berburu tersebut. Namun bukti yang didapatkan, bahwa awal kehidupan masyarakat prasejarah Banten bergantung pada alam untuk menghasilkan bahan makanan. Kehidupan masyarakat Banten berpindah-pindah dan sangat sederhana, bahan makanan mereka dapatkan langsung dari alam. Termasuk alat-alat(perkakas)yang mereka pakai, langsung yang bersentuhan dari alam. Kebanyakan mereka menggunakan media batu dan tulang-tulang binatang hasil dari berburu. Namun sayang para ahli sejarah sangat sulit membedakan dengan benda bentukan dan yang terbentuk secara alamiah. Lantas muncul kesimpulan bahwa produk kebudayaan itu adalah alat-alat dari batu yang disebut paleolitik. Seperti kapak perimbas(chopper), kapak penetak(chopping tool), serut genggam(scrapper), pahat genggam(hand adze), dan kapak genggam awal(proto hand axe).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Di Pandegelang para peneliti telah banyak menemukan jenis-jenis peninggalan budaya tersebut. Bahkan ada peninggalan budaya yang lebih eksotis berupa lukisan gua di Syanghiyang Sirah, Ujung Kulon. Hal itu menjadi bukti bahwa masyarakat prasejarah hidup di gua-gua. Dan masa itu adalah saat penghujung masa berburu dan mengumpulkan makanan, walau masih ada indikasi mereka hidup berpindah-pindah. Mereka lebih cenderung hidup di gua yang dekat dengan aliran sungai yang bahan makanan lebih banyak, seperti ikan, kerang dan siput.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Beberpa dekade selanjutnya setelah mereka merasa enak hidup di gua-gua mulailah dengan masa kebudayaan bercocok tanam. Pada masa itu, masyarakat prasejarah sudah lebih mahir dari sebelumnya, mereka sudah bisa mengasah peralatan mereka untuk bercocok tanam. Alat-alat yang pada umumnya mereka asah dan mereka gunakan adalah beliung, kapak batu, bahkan mata tombak dan panah juga sudah mulai digunakan. Seiring perkembangan mereka juga telah menghasilkan alat pemukul kayu juga perhiasan. Hasil dari penelitian sebagai bukti kemajuan masyrakat pada masa itu adalah, telah ditemukannya alat penyimpanan makanan yang terbuat dari tanah liat. Lantas oleh para peneliti diasumsikan sebagai zaman budaya gerabah. Seiring dengan zaman itu, muncullah kepercayaan adanya kekuatan di luar manusia. Akhirnya berkembanglah budaya animisme dan dinanisme. Hal itu mengawali masa penghormatan kepada orang-orang yang mereka anggap berjasa(pahlawan), hingga mulai dibangunnya monument dari batu sebagai penghormatan. Lantas monument itu menjadi media untuk pemujaan, atau disebut sebagai prosesi megalitik dan tardisi lainnya. Lantas para peneliti manganggap bahwa bentuk peninggalan pada zaman bercocok tanam sebagai budaya neolitik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Jauh setelah zaman prasejarah, tepatnya pada tahun 1980, di kampung Odel, Desa Kasunyatan sekitar 2 km sebelah selatan dari masjid Agung Banten ditemukan peninggalan zaman prasejarah. Benda-benda itu seperti beliung, gerabah, alat serpih, bilah dan lain sebagainya. Kemudian di daerah Tangerang, Cileduk juga ditemukan bukti-bukti yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Setelah masa bercocok tanam terlewati atau juga disebut zaman neolitik, masuklah zaman megalitik. Para ahli menafsirkan bahwa budaya ini masuk ke Indonesia dengan dua gelombang besar. Untuk yang pertama disebut gelombang megalitik tua, yang diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar 2.500-1.500 tahun sebelum masehi. Hal itu ditandai dengan banyaknya pendirian monument-monument dari batu, seperti menhir, undak batu dan patung-patung simbolis_monumental. Lantas gelombang kedua disebut megalitik muda, yang oleh para peneliti diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar awal abad pertama sebelum masehi. Sebagai peninggalan zaman ini adalah monument kubur peti batu, dolmen semu dan sarkofagus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Di daerah Banten, peninggalan zaman ini terdapat di Serang, Pandegelang dan Lebak. Di Pandegelang dan Serang banyak ditemukan menhir, dolmen, batu gong, altar batu, batu bergores dan arca tipe Polinesia. Di Lebak pun demikian, banyak ditemukan peninggalan seperti di dua kabupataen tersebut. Bahkan juga ditemukan jenis punden berundak, Lebak Cibedug, Kosala dan punden Arca Domas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Lebak Cibedug sampai sekarang masih bisa dijumpai di tanah perbukitan hutan lindung Taman Nasional Gunung Halimun. Yaitu berupa bangunan teras berundak disusun dari batu kali dan berorientasi barat timur.<span> </span>Bangunan peninggalan ini terdiri dari tiga bangunan berteras, yaitu halaman depan, halaman tengah dan halaman belakang(bangunan inti). Namun keseluruhan berjumlah sebelas teras.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Lebak Ciledug mempunyai ciri kehidupan yang terlihat dari lingga yang selama ini lebih dikenal sebagai menhir. Dan lingga itu tertancap di sungai Ciledug. Hal itu sebagai bukti bahwa pada zaman itu manusia prasejarah lebih cenderung hidup di dekat sungai. Di luar komplek itu, banyak juga ditemukan peninggalan zaman megalitik. Kebanyakan adalah menhir dan punden berundak, hal itu menjadikan bukti bahwa masyarakat prasejarah sudah mengalami kemajuan yang pesat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Yang paling fenomenal, komplek Lebak Ciledug sampai sekarang masih dikeramatkan masyarakat yang mayoritas memeluk agama islam. Dalam kaitannya sebagai budaya peninggalan prasejarah sampai saat ini masih selalu dilakukan upacara yang dipimpim ketua adat “Abah Kolot”. Upacara yang mempunyai tujuan untuk memohon restu kepada leluhur supaya diberikan panen yang melimpah dan bebas dari gangguan hama. Itu menjadikan bukti peninggalan zaman megalitik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Untuk menyimpan hasil panen, pada zaman itu masyarakat memasuki zaman gerabah. Mereka membuat tampat penyimpanan dengan membuat gerabah dari tanah liat. Namun karena pengetahuan masih minim gerabah pada zaman megalitik umumnya masih sangat rapuh. Mereka membuat gerabah tanpa alat bantu, pemanasan atau pembakaran pun hanya dengan suhu yang rendah. Hal itu yang mengakibatkan kualitas gerabah kurang baik. Dan penemuan gerabah paling tua terdapat di daerah Tangerang Banten.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Isuur Loeweng S</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Direktur Ekseutif Loeweng Production Banjarbaru.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><strong>Daftar Pustaka</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">-Abdullah, Taufik Banten Dalam Pergumulan Sejarah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">-Sjarifuddin, Drs H dkk, Sejarah Banjar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">-kalakayjasinga.blogspot.com</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">-google.com</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=216&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/03/03/banten-dan-zaman-pra-sejarahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hanya Obrolan Saja.</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/19/hanya-obrolan-saja/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/19/hanya-obrolan-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 02:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Malam tidak begitu cerah memang, ketika saya dan beberapa kawan ngobrol di salah satu warung. Di kawasan pujasera minggu raya Banjarbaru. Semula saya dan kawan-kawan Bloger Banjarbaru datang ke kawasan minggu raya untuk makan malam. Sesampainya di sana ternyata ada kawan lain yang juga biasa nongkrong di warung pak Haji. Tapi bukan sesama blogger, mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=211&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Malam tidak begitu cerah memang, ketika saya dan beberapa kawan ngobrol di salah satu warung. Di kawasan pujasera minggu raya Banjarbaru. Semula saya dan kawan-kawan Bloger Banjarbaru datang ke kawasan minggu raya untuk makan malam. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Sesampainya di sana ternyata ada kawan lain yang juga biasa nongkrong di warung pak Haji. Tapi bukan sesama blogger, mereka adalah kawan yang bergerak di bidang LSM. Karena saya tidak hendak makan, saya memisahkan diri dengan kawan-kawan blogger, lantas membaur dengan kawan LSM tersebut. Saya dan Sandi Firly yang memisahkan diri dari kawan-kawan blogger. Akhirnya kami memulai ngobrol, yang awalnya hanya bertanya tentang kabar masing-masing sambil kami berjabat tangan. Berawal dari halaman oponi Radar Banjarmasin akhirnya sampai ke arah otonomi daerah. Wajar saja karena kawan yang membawa kami ngobrol termasuk seorang yang kritis terhadap kebijakan pemerintah.<span id="more-211"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Bersama ramainya kawasan minggu raya, obrolan kami juga semakin seru. Yang menjadi topik pambicaraan adalah pembentukan negara federal di Indonesia. Hal itu diungapkan kawan yang LSM tadi, alasannya bahwa otonomi daerah tidak menguntungkan bagi daerah yang mempunyai sumber daya alam melimpah seperti Kalimantan. Bahkan menyulitkan bagi daerah yang sumber daya alamnya minim. “Bagaimana kita akan untung kalau pajak perusahaan yang ada di daerah kita sebagian besar masuk ke kas negara, bukan ke pemerintah daerah” ujarnya. ”Lantas bagaimana daerah yang tidak ada sumber daya alamnya, apakah itu tidak akan menyulitkan roda pemerintahan bagi daerah tersebut” tambahnya dengan semangat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Memang bisa kita benarkan juga apa yang di sampaikan kawan tadi. Karena kita tahu bahwa semua perusahaan besar Batubara di kalimantan Selatan ini yang memberuikan ijin adalah negara. Tidak banyak kebijakan pemeritah provinsi yang ikut memutuskan. Akhirnya kita (baca masyarakat)tidak mendapatkan apa-apa. Yang kita dapatkan hanya debu, jalanan macet dan banjir. Artinya ketika negara yang memberikan ijin, negara pula yang mendapatkan pajak. Sementara kebijakan otonomi daerah adalah, pemerintah daerah harus membiyayai jalanya pemeritahan denagn PADnya sendiri. Hanya beberapa persen anggaran yang akan dibantu pemerintah pusat. Artinya otonomi daerah telah membuat penderitaan begi daerah yang tidak mempunyai sumber daya alam yang bisa menghasilkan pendapatan. Iya tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Lalu apaka</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">h</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> penting negara federal di Indonesia. </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bagaimana menurut anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Isuur loeweng s<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Direktur Eksekutif Loeweng Production</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Banjarbaru. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=211&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/19/hanya-obrolan-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Jujuran menjadi Momok  Pemuda Kelas Menengah kebawah  untuk Menikah.</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/16/budaya-jujuran-menjadi-momok-pemuda-kelas-menengah-kebawah-untuk-menikah/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/16/budaya-jujuran-menjadi-momok-pemuda-kelas-menengah-kebawah-untuk-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 12:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Jujuran, bisa juga disebut mas kawin atau mahar dari pihak laki-laki kepada calon pengantin perempuan. Hampir di seluruh benua Indonesia kebudayaan itu seakan-akan ritual wajib untuk menuju jenjang pernikahan. Sebagai ritual peminangan keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan. Tak terkecuali di ranah Borneo (Kalimantan Selatan). Di Kalimantan mahar atau mas kawin bisa disebut jujuran. Dan jujuran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=206&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Jujuran, bisa  juga disebut mas kawin atau mahar dari pihak laki-laki kepada calon pengantin perempuan. Hampir di seluruh benua Indonesia kebudayaan itu seakan-akan ritual wajib untuk menuju jenjang pernikahan. Sebagai ritual peminangan keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan. Tak terkecuali di ranah Borneo (Kalimantan Selatan). Di Kalimantan mahar atau mas kawin bisa disebut jujuran. Dan jujuran di Kalimantan Selatan besarnya kadang-kadang membuat pemuda akan tercengang, khususnya pemuda perantauan. Yang penghasilannya pas-pasan. Kenapa sebab?<span id="more-206"></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Nominal yang harus dipenuhi oleh calon mempelai laki-laki cukup mahal bagi mereka yang ber-ekonomi menengah kebawah. Bagaimana tidak, jujuran dengan kisaran Rp. 5. 000.000 adalah nominal paling rendah, tanpa pesta.  Terkadang pihak perempuan mematok jujuran antara 10 juta sampai 20 juta, bahkan mungkin ada yang lebih dari itu. Belum ditambah yang lain, seperti tempat tidur, kelambu, lemari, cincin, seperangkat make-up, seperangkat alat sholat(kalau ini wajib) dll. Ternyata ada sesuatu yang menarik apabila nominal jujuran tersebut sedikit, pasti undangan yang akan disebar juga sedikit. Kenapa seperti itu, menurut informasi yang saya dapatkan dari beberap koresponden, pesta perkwinan itu dibiayai dari jujuran pihak laki-laki, dan karena jujuran sedikit maka jumlah undangan juga sedikit. Sebab pihak perempuan tidak mau terlalu banyak memberikan tambahan biaya perkawinan tersebut(ironis bukan).</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Di balik kenyataan seperti itu ada sesuatu yang menarik. Ceritanya begini,  suatu kali ketika adik saya dipinang pemuda Kalimantan Selatan. Dengan perjanjian tawar-menawar disepakati jujuran sebesar Rp. 5.000.000, namun yang diberikan kepada keluarga saya hanya Rp. 2. 500.000. Pihak keluarga kami sampai saat ini tidak pernah mempermasalahhkan hal itu. Sebab yang paling penting menurut kami adalah pengantin bisa hidup rukun dan bahagia kedepannya. Itu sudah cukup bagi keluarga kami. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dengan kenyataan seperti itu, keluarga saya tetap mengadakan pesta perkawinan yang layak, mengundang kerabat dan juga kenalan serta tetangga kampung dengan total undangan sekitar 800 orang. Kenapa kami berani, hanya dengan modal Rp. 2. 500.00 dikurang untuk menyewa pelaminan. Jujur saja (maaf tidak bermaksud menyinggung) kami mempunyai banyak kerabat dari jawa, mereka yang membantu meringankan beban keluarga saya. Dan tentunya jauh-jauh hari kami sekeluarga juga sudah menyiapkan biaya itu. Beberapa hari sebelum hari H mereka sudah bergiliran datang untuk membantu dengan kesadaran mereka masing-masing. Setelah bantuan itu dibuka oleh orang tua saya, karena keluarga saya membutuhkan  isi di dalamnya. Ternyata kisaran bantuan mereka Rp. 500.000 x 20 keluarga, juga ada yang membawa beras, gula, telur dan lain-lain. Coba bayangkan apabila keluarga saya tidak punya kerabat dengan daerah asal yang sama, dan punya kesadaran tinggi untuk meringankan beban kami. Berapa hutang yang harus kami tanggung setelah acara perkawinan itu selesai. Dan yang paling mengagetkan adalah, setelah perhelatan selesai, kami sekeluarga berkumpul untuk membuka amplop yang diberikan tamu undangan. Seberapa besar sumbangan yang diberikan oleh para undangan, walaupun sebenarnya kami tidak terlalu mengharapkan itu. Mereka mau hadir saja kami sudah bersyukur. Setelah selesai dihitung hasilnya Rp. 1. 756.200’-. kami bersyukur  atas rezeki yang berikan Allah kepada kami. Tapi yang paling memilukan keluarga kami adalah, ada 15 amplop yang kosong, dan ada sekitar 5 amplop yang isinya Rp.200’-. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Yang kami sayangkan kenapa harus dengan amplop kosong, kalau memang tidak ada yang dibawa lebih baik datang saja tanpa membawa apa-apa, toh kami tidak akan mengusirnya. Justru dengan sikap seperti itu kami merasa terhina, tapi tak apalah itu sudah berlalu.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Melihat kejadian itu, terkadang saya jadi berfikir bahwa, masyarakat di sini belum mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap orang lain.  Yang mengakibatkan melambungnya angka mas kawin bagi calon pengantin laki-laki untuk membiayai pesta perkawinan. Bahkan mas kawin tersebut terkadang harus tawar- menawar untuk mencapai kesepakatan dari kedua belah pihak. Ketika sudah terjadi seperti itu, saya berfikir bahwa orang tua perempuan ini menjual anaknya atau mau mengawinkan anaknya(maaf ya) seperti orang berjualan bawang merah di pasar.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Hal itu menjadikan saya, yang hanya hidup pas-pasan takut untuk melamar perempuan asli Banjar. Saya takut tidak mampu untuk membayar mahar yang sebegitu mahal. Karena kedua orang tua saya hanya seorang penggembala sapi dan pedagang sayur. Bagaimana seandainya saya diminta mas kawin sebesar 10 juta atau lebih. Bagi saya lebih baik ngacir daripada harus mencari hutangan uang untuk menikah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Bagaimana menurut anda?</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Isuur Loeweng s</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Directur Eksekutif Loeweng Production Banjarbaru.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=206&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/16/budaya-jujuran-menjadi-momok-pemuda-kelas-menengah-kebawah-untuk-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di alur barito aku menunggumu</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/12/di-alur-barito-aku-menunggumu/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/12/di-alur-barito-aku-menunggumu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 05:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah sajak fragmen jajaran jukung menangisi pagi buta memungut dingin yang tiba-tiba ngilu lalu, menari di liuk riak berwarna kecoklatan aku melihat bayangmu termangu kerjap kupu-kupu mencumbu embun yang terluka sebagai pertanda atas kerinduanku di sela penjaja sayur cinta ketika aroma malam telah berlalu, dan dendang adzan subuh meliuk di telinga oo, air mata aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=202&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sebuah sajak fragmen</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">jajaran jukung menangisi pagi<span> </span>buta</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">memungut dingin yang tiba-tiba ngilu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">lalu, menari di liuk riak berwarna kecoklatan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">aku melihat bayangmu termangu<span id="more-202"></span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">kerjap kupu-kupu mencumbu embun yang terluka</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">sebagai pertanda atas kerinduanku </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">di sela penjaja sayur cinta</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">ketika aroma malam telah berlalu, dan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">dendang adzan subuh meliuk di telinga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">oo, air mata</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">aku menunggumu di alur barito</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">tempat yang dulu kita memadu kasih</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">mencari puing hati putri junjung buih, sebagai mas kawinku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">malam telah berlalu terlalu cepat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">junjung buih tinggal cerita</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">kenangan itu terseret riak barito yang semakin sakit</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">aku masih tetap menunggumu di dermaga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">air mata,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">bila saja nagara dipa masih kokoh berdiri</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">ku tangisi empu jatmika</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">dan air mataku, kupersembahkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">sebagai mas kawinku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Menjelang<span> </span>pagi saat adzan subuh bersahutan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">31 jan 2009, poltek banjarmasin.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=202&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/12/di-alur-barito-aku-menunggumu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1300 cattinger kecewa dengan Hannruf Comunication</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/12/1300-cattinger-kecewa-dengan-hannruf-comunication/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/12/1300-cattinger-kecewa-dengan-hannruf-comunication/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 05:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Entah apa yang dirasakan oleh 1300 orang yang di kumpulkan oleh Hannruf Comunication. Acara pemecahan rekor muri untuk peserta catting terbanyak, tapi yang terjadi adalah not connecting. Saya memang bukan bagian peserta catting terbanyak itu, kapasitas saya di tempat itu hanya ingin melihat kawan-kawan blogger yang mengikuti acara tersebut. Banyak pembicaraan saat saya berbaur dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=198&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Entah apa yang dirasakan oleh 1300 orang yang di kumpulkan oleh Hannruf<span> </span>Comunication. Acara pemecahan rekor muri untuk peserta catting terbanyak, tapi yang terjadi adalah not connecting. Saya memang bukan bagian peserta catting terbanyak itu, kapasitas saya di tempat itu hanya ingin melihat kawan-kawan blogger yang mengikuti acara tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Banyak pembicaraan saat saya berbaur dengan 1300 peserta, mereka semua tak ada yang berhasil login untuk melakukan catting, seperti yang diharapkan panitia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Sampai acara ditutup tak satu pun peserta yang berhasil, tapi sayng peenyerahan sertifikat rekor muri sudah diserahkan. Artinya apabila sertifikat itu tetap sah, seluruh Indonesia telah dibohongi oleh penyelenggara. Akan lebih baik lebih baik sertifikat itu diganti, pemecah rekor muri display laptop dengan peserta 1300 orang. Artinya Hanruf comunication tetap bisa menerima sertifikat tersebut. Hahaha.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Bagaimana menurut anda? </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=198&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/12/1300-cattinger-kecewa-dengan-hannruf-comunication/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rehab Balairung Sari, Munculkan Kontrofersi.</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/07/rehab-balairung-sari-munculkan-kontrofersi/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/07/rehab-balairung-sari-munculkan-kontrofersi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 00:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Di akhir tahun 2008 yang baru saja lewat, Taman Budaya Kalimantan Selatan (TBKS)mempunyai hajat besar. TBKS merehab 90% bangunan yang ada di komplek TBKS, salah satunya adalah gedung pertunjukan Balairung Sari. Namun setelah rehab gedung sudah mencapai 95% banyak hal yang dianggap tidak memenuhi standar gedung pertunjukan. Beberapa waktu yang lalu, ketika tim pemantau melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=194&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Di akhir tahun 2008 yang baru saja lewat, Taman Budaya Kalimantan Selatan (TBKS)mempunyai hajat besar. TBKS merehab 90% bangunan yang ada di komplek TBKS, salah satunya adalah gedung pertunjukan Balairung Sari. Namun setelah rehab gedung sudah mencapai 95% banyak hal yang dianggap tidak memenuhi standar gedung pertunjukan. Beberapa waktu yang lalu, ketika tim pemantau melihat hasil perehaban TBKS tidak banyak komentar atas apa yang dihasilkan pihak kontraktor dan TBKS. Tetapi di luar itu, orang-orang yang akan menggunakan fasilitas Balairung Sari setelah nantinya dioperasikan banyak yang mengeluh. Hal utama yang di keluhkan adalah kelemahan akustik gedung. Hal itu sangat dirasakan oleh aktor kawakan Kalsel Yadi Muryadi yang kebetulan mempunyai kesempatan untuk menjajal akustik Balairung Sari saat latihan teater. Ternyata suara yang dihasilkan menggema. Bahkan volume gema mencapai tiga detik. Dalam hal itu Yadi mengungkapkan bahwa akustik yang sekarang lebih buruk dari sebelumnya. Menurutnya aktor akan sangat tersiksa dengan keadaan gedung yang seperti itu. <span id="more-194"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Akhirnya untuk membuktikan hal itu saya juga pernah mencoba masuk ke dalan Balairung Sari, dan melakukan hal senada. Hasilnya memang sama seperti yang dibicarakan kawan-kawan lain. Hal semacam itu akan menjadikan kesulitan yang luar biasa apabila gedung sudah dipakai pertunjukan. Namun sejauh ini TBKS belum ada tindakan apapun atas pembicaraan di luar TBKS oleh sebagian pekerja kesenian. Beberapa kawan yang sempat saya tanya, banyak yang memberikan gambaran kenapa akustik Balairung Sari menjadi menggema. Dari sekian kawan , ada yang mengatakan bahwa biang keladi gema berasal dari plafon di panggung utama. Bahkan ada yang mengatakan plafon itu akan menyulitkan para kru pertunjukan apabila suatu saat harus memasang set dari atas. Lantas ada juga yang mengatakan dinding belakang panggung utama, karena adanya ornamen yang menggambarkan pintu di back drop mengakibatkan suara yang dihasilkan tidak bulat. Termasuk kurngnya pemasangan peredam suara di setip dinding gedung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Akhirnya yang menjadi pertanyaan dalam diri saya atas rehab TBKS khususnya Balairung Sari belum terjawab. Saya juga tidak pernah tahu, gedung pertunjukan mana yang menjadi acuan pikah TBKS ketika memutuskan untuk membuat kontruksi seperti itu. saya justru berprasangaka, arsitek yang merancang rehab gedung Balairung Sari bukan arsitek gedung pertunjukan. tetapi lebih cenderung arsitek gedung pernikahan. Karena selama saya berkesenian di manapun, saya belum pernah menemukan gedung pertunjukan yang paggung utamanya menggunakan plafon. Sebab itu akan menjadi masalah, tidak hanya untuk kebulatan suara saja tetapi juga menjadi masalah bagi kru pertunjukan. Namun sepertinya pihak kontraktor_perancang bangunan dan TBKS tidak memperhitungkan itu. Tetapi saya juga tidak tahu, kalau pihak TBKS mempunyai pemikiran lain setelah semua selesai, itu kewenangan pihak TBKS. Karena saya melihat gedung Balairung Sari sekarang sangat kental dengan nuansa gedung pemerintahan. Akan lebih lengkap lagi kalau nantinya gedung itu dioperasikan sebagai tempat resepsi pernikahan. Sebab mereka tidak memikirkan tentang akustik, dan artistik tetapi yang dipikirkan adalah tempat nyaman dan makan enak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Kalau pihak TBKS tidak segera merespon isu-isu yang terus berkembang tentang kelemahan Balairung Sari. Yang tentunya akan mengganggu proses kreatif para pekerja seni kedepanya, menurut saya itu akan memunculkan masalah baru bagi TBKS. Dan mnurut saya pihak TBKS harus rela mengalah demi perkembangan kesenian di Kalsel. Hal itu harus segera dilakukan mengingat para pekerja seni ingin sekali bisa meluapkan kerinduan bermain di gedung kebaggan masyarakat kesenian Kalsel. Namun kalau hal itu hanya dibiarkan, dengan alasan sudah terlanjur dan sudah tidak adanya anggaran dana, maka TBKS harus siap menanggung resiko apabila para pekerja seni tidak tertarik menggunakan fasilitas tersebut. Akhirnya pemeritah yang mengucurkan dana, tidak akan percaya dengan kerja TBKS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Di sisi lain memang sudah mengalami perubahan yang bagus, seperti sound system, lantai panggung yang sekarang sudah diganti finel, juga perangkat lighting yang baru. Namun saya masih melihat beberapa lampu yang baru, lebih cenderung lampu untuk pertunjukan musik. Saya pun tidak </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">tahu, </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">kenapa pihak TBKS memutuskan untuk memasang lampu jenis itu. Di luar perangkat panggung pihak TBKS sepertinya akan memberikan kenyamanan bagi penonton, itu terlihat dari adanya mesin pendingin ruangan (AC) terpasang di dalam gedung. Harapan TBKS mungkin kedepan, gedung Balairung Sari akan dikondisikan bebas asap rokok. Tapi bagaimana menurut anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Banyaknya persoalan yang berkembang sebelum gedung itu diresmikan adalah bola api bagi TBKS. Apabila TBKS tidak segera memadamkan api tersebut, saya sakin bertahun-tahun api akan etap menyala. Dan karena hal itu tidak mengunungkan bagi para pekerja seni, ada kemunkinan mereka akan mencari tempat yang lain untuk berkegiatan. Lantas siapa yang harus disalahkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bagaimana menurut Amda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=194&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/02/07/rehab-balairung-sari-munculkan-kontrofersi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki Sederhana dan Kayuh Baimbai</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/01/29/lelaki-sederhana-dan-kayuh-baimbai/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/01/29/lelaki-sederhana-dan-kayuh-baimbai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 23:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/2009/01/29/lelaki-sederhana-dan-kayuh-baimbai/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum saya bercerita keterlibatan saya dengan komunitas Blogger Kayuh Baimbai(KB), sedikit saya akan bercerita awalnya saya tahu KB. Kakak sepupu saya, yang kebetulan menjadi ketua seumur hidup KB, pada bulan Pebruari 2008 bercerita sama saya, bahwa dia akan menggagas sebuah komunitas Blogger di Kalsel. Saat itu aku belum paham betul tentang internet, walau saya sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=186&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum saya bercerita keterlibatan saya dengan komunitas Blogger Kayuh Baimbai(KB), sedikit saya akan bercerita awalnya saya tahu KB. Kakak sepupu saya, yang kebetulan menjadi ketua seumur hidup KB, pada bulan Pebruari 2008 bercerita sama saya, bahwa dia akan menggagas sebuah komunitas Blogger di Kalsel. Saat itu aku belum paham betul tentang internet, walau saya sering dibawa keluar masuk internet sama kakak sepupu saya itu. Tetapi sedekit saya sudah bisa kirim email ke kawan atau redaksi koran. Dua hari sebelum para blogger kumpul di rumah kakak sepupu, saya bersama bapak Arsyad Indradi berangkat ke Jawa untuk menghadiri sebuah acara. Mungkin kalau saja saat itu saya tidak pergi ke Jawa pasti saya juga akan menjadi salah satu deklarator KB, walau pun saya belum punya Blog(saat itu). Alasannya sangat mudah, karena rumah saya dekat dengan rumah kakak sepupu saya. Setiap ada acara yang dilaksanakan kakak saya, pasti saya akan datang, entah kenapa, setelah saya tinggal satu komplek sejak 2004 saya sering berkegiatan berdua. Juga berita akan dibentuknya komunitas blog sudah beliau ceritakan kepada saya. Dan yang harus diingat teman-teman blog adalah, bagaimana perjuangan kakak saya ketika membuat slebaran kemudian di sebarkan ke beberapa warnet di Banjarbaru, juga lewat webnya. Hingga terbentuknya KB yang sekarang ini.<span id="more-186"></span><br />
Episode Saya Menuju Kayuh Baimbai.<br />
Awalnya saya hanya iri dengan anggota KB yang sering nongkrong di Book Cafe, kenapa di Book Cafe mereka nongkrong? Karena kakak saya yang ketua KB salah satu pendiri Book Cafe ruMahcerita bersama Sandi Firly. Setiap kali mereka bertemu selalu saja berbicara tentang posting dan comment. Sementara saya hanya bisa mendengar tanpa bisa ikut apa-apa ke wilayah blogger tersebut. Tugas saya hanya membikinkan minum saat mereka pesan minuman, karena saya hanya seorang karyawan di Book Cafe. Dengan landasan iri tadi saya punya keinginan untuk ikut menjadi salah satu blogger di Kalsel supaya saya tidak iri lagi, tentunya di bawah KB. Kebetulan di samping saya bekerja ada warnet, jadi saya bisa belajar tanpa harus menunggu pulang kerja. Dan yang paling menguntungkan bagi saya adalah, penjaga warnet sudah kenal akrab, jadi saya tidak malu untuk bertanya.<br />
Selang dua hari, tanpa ragu saya melangkahkan kaki menuju tempat, dimana saya akan berkhayal di dunia maya(istilah itu saya kenal juga dari para blogger). Ihin yang dengan sabar mengajari saya, pertama saya membuat blog di Blogspot.com. Luar biasa deg-degan saya, kenapa begitu, karena takut salah pencet. Selama dua hari saya belajar dengan biaya total Rp.68.000,-. Ahirnya saya sudah bisa posting tanpa bantuan orang lain plus memasukkan gambar. Itu belum mampu mengantarkan saya menjadi bagian KB. Setelah beberapa hari, juga termasuk saran dari kakak sepupu saya. Ternyata saya harus memutuskan pindah ke wordpress.com, dengan alasan lebih mudah untuk dikomentari. Akhirnya tanpa bantuan Ihin lagi, saya berusaha untuk membuat web yang baru dengan alamat loeweng08.wordpress.com. Blogspot saya tinggalkan. Setelah saya berhasil mempunyai web dan bisa posting dengan lancar, saya baru berani ikut bicara soal blog dengan teman-teman yang lain. Tapi yang saya bicarakan lebih banyak bertanya tentang apa saja yang belum saya tahu. Selang satu minggu, kebetulan saat itu ada kopdar(istilah ketemu ala blogger) di Book Cafe saya langsung mendaftarkan blog saya. Karena syarat sebagai anggota KB adalah mengikuti kopdar sekurang-kurangnya 1 kali. Selain itu saya juga mendaftarkan lewat on line, akhirnya saya resmi menjadi anggota KB plus BBM(Blog Banjarbaru Menulis).</p>
<p>Episode Saya di Kayuh Baimbai.<br />
Setelah saya resmi menjadi anggota KB, banyak hal yang saya dapatkan. Pertama KB telah memotifasi saya untuk menulis tentang apa saja, memang di awal saya lebih cenderung curhat saja. Kemudian yang kedua, lewat bloog saya bisa berbicara apa saja, bahkan terkadang saya komentar di tulisan kawan dengan semau saya. Terkadang komentar tidak nyangkut dengan tulisan(pokoknya di awal saya merasa senang). Banyak kawan baru setelah saya menjadi salah satu blogger di dunia maya, tentunya di bawah KB dan BBM. Kawan-kawan di KB dan BBM juga sangat familier, yang paling menyenangkan kami selalu bercanda di mana saja, baik di komentar maupun saat kopdar. Tapi sayag seribu sayang, di saat saya baru senang-senangnya ternyata KB harus ada masalah. Ada beberapa oknum yang  harus keluar dari KB hanya gara-gara AD/ART. Hingga munculnya Kasturi.com. Tetapi bagi saya itu tidak masalah, dan saya tetap berada di bawah KB. Dan NKRI tetap terjaga.<br />
Seiring waktu terus berjalan tidak terasa sudah 1 tahun KB berdiri, banyak hal yang sudah diberikan kepada masyarakat lewat blogg. Saya juga merasa bangga menjadi salah satu anggotanya.  Banyak hal yang saya dapatkan dari teman-teman di KB, terutama Kakak sepupu saya, pakacil, Mansup, Carbone, Bowo, juga Candra yang bikinkan saya banner. Tentunya juga teman-teman yang lain. Saya berharap kedepan akan lebih banyak lagi yang saya temukan di KB, juga dari teman-teman blogger yang lain.  Dan semoga saja tidak ada kecemburuan dan pilih kasih antar bos-bos dan anggota di KB.<br />
Terakhir yang ingin saya sampaikan lewat sederet tulisan saya ke KB adalah selamat ulang tahun ke I, secara pribadi saya akan selalu setia mengasuhmu sampai akhir hayatku. Karena hanya kepadamu saya bisa mencurahkan segala sesuatu yang ada di otakku. Met ultah Kayuh Baimbai. Semoga Allah selalu melindungi kita. Lantas kita sukseskan aruh blogger 2009.</p>
<p>Isuur loeweng S (si lelaki sederhana).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=186&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/01/29/lelaki-sederhana-dan-kayuh-baimbai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bensin Hilang ,Yudoyono Ngamuk !</title>
		<link>http://loeweng08.wordpress.com/2009/01/06/bensin-hilang-yudoyono-ngamuk/</link>
		<comments>http://loeweng08.wordpress.com/2009/01/06/bensin-hilang-yudoyono-ngamuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 02:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isuur loeweng</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loeweng08.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Luar biasa parah keadaan negara tercita ita ini, hutang banyak, orang miskin banyak, eh kebutukan selalu saja tidak norml. Lantas ujung-ujungnya masyarakat yang kena batunya. Siapa yang harus kita salahkan kalau sudah begitu. Mulai 5 hari yang lalu Bensin dan Solar hilang dari pasaran, hampir semua POM bensin di Kalimantan Selatan bahkan di seluruh penjuru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=180&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_181" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-181" title="dscf4125" src="http://loeweng08.files.wordpress.com/2009/01/dscf4125.jpg?w=300&#038;h=225" alt="bensin habis, jerigen antri" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">bensin habis, jerigen antri</p></div>
<p>Luar<span> </span>biasa parah keadaan negara tercita ita ini, hutang banyak, orang miskin banyak, eh kebutukan selalu saja tidak norml. Lantas ujung-ujungnya masyarakat yang kena batunya. Siapa yang harus kita salahkan kalau sudah begitu.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Mulai 5 hari yang lalu Bensin dan Solar hilang dari pasaran, hampir semua POM bensin di Kalimantan Selatan bahkan di seluruh penjuru tanah air kosong. Akhirnya yang paling diuntungkan adalah penjual eceran, seenaknya menjual kepada konsumen. Padahal kita masih begitu ingat dengan kelangkaan BBM pada tahun 2008 kemarin, hingga harga eceran mencapai Rp. 25.000/liter. Kapan Indonesia ini mau makmur. Kemudian dikelangkaan awal tahun ini, pengecer sudah ada yang menjual sampai harga Rp. 12. 500/liter. Padahal harga di POM hanya Rp. 5000/liter.<span id="more-180"></span><!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Melihat langkanya BBM di pasaran, Yudoyono orang nomor 1 di negeri ini mencari tahu ke Instansi yang mengurusi masalah BBM. Menurut keterangan pikah Pertamina kepada Yudoyono, kekosongan sejumlah SPBU dikarenakan libur, yang mengakibatkan pengiriman terlambat. Dengan jawaban dari pihak Pertamina seperti itu, Yudoyono ngamuk, mengangap Dirut Pertamina tidak becus mengurusinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Yang menjadi pertanyaan saya, siapa sih yang memilih orang nomor 1 di Pertamina, kok tidak becus mengurusi bidangnya, atau justru yang menempatkan tugas itu yang tidak becus. Yang imbasnya masyarakat selalu saja menjadi yang teraniaya oleh ulah pemegang hak otoriter tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Masyarakat harus mengeluarkan dana lebih banyak, untuk bisa membeli Bensin tetapi pengasilan tidak bertambah. Yang senang adalah para elit dan penjual Bensin eceran. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Saya juga kaget ketika jerigen-jerigen ikut antri di POM, yang saya tahu jerigen dilarang antri. Peraturan seperti apa yang di terapkan di Indonesia ini. Sangat tidak jelas. Saya semakin hari semakin muak melihat permasalahan yang selalu saja membuat rakyat kecil menderita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tapi para elit itu selalu saja hanya memandang sebelah mata, mereka tidak pernah sadar, bahwa yang bisa membuat mereka seperti itu adalah rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Taik kucing pemerintah yang sok membela rakyat itu, nyatanya rakyat selalu saja mejadi yang menderita paling pertama.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loeweng08.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loeweng08.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loeweng08.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loeweng08.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loeweng08.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loeweng08.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loeweng08.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loeweng08.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loeweng08.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loeweng08.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loeweng08.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loeweng08.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loeweng08.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loeweng08.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loeweng08.wordpress.com&amp;blog=4304158&amp;post=180&amp;subd=loeweng08&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loeweng08.wordpress.com/2009/01/06/bensin-hilang-yudoyono-ngamuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">loeweng08</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://loeweng08.files.wordpress.com/2009/01/dscf4125.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dscf4125</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
