Sebuah Pelurusan Dari Ketimpangan.

(Tanggapan Atas Tulisan Ali Syamsuddin Arsi; Saling Tawar ke Jalan Keluar)

Pertunjukan teater sepanjang tahun 2008 dianggap Ali Syamsuddin Arsi (ASA) sangat minim. Hanya 2 festival di Kota Kandangan yang ditulis dalam esainya (Saling Tawar ke Jalan Keluar: Sinar Kalimantan 27 Des 2008). Padahal yang saya tahu, tahun 2008 kota Kandangan hanya menggelar satu kali festival Teater.

Dengan adanya tulisan itu(Saling Tawar ke Jalan Keluar), saya akan meluruskan apa yang sebenarnya terjadi pada dunia teater di tahun 2008. Jujur saja, saya tidak pernah diakui bahwa saya juga bagian dari dunia teater oleh sebagian kawan teater. Tapi saya mempunyai ijasah resmi jurusan teater dari sekolah saya di Jogja, saya juga selalu mengikuti setiap pementasan di Kalsel. Mungkin bagi mereka itu bukan jaminan karena saya jarang menggarap atau pun bermaian teater. Walau saya tidak dianggap, tetapi saya pernah membuat sejarah perteateran di Banjarbaru. Pada tahun 2006 saya pernah mengadakan festival teater di Banjarbaru, dan itu merupkan pertama kalinya Banjarbaru menggelar festival tingkat Kalsel. Hingga sekarang belum ada yang berani menggelar festival lagi, pun Dewan Kesenian Kota Banjarbaru. (lagi…)

13 comments Januari 2, 2009

Ber-Amal dengan Syarat.

dsc00533Senja mulai melangkah ketika seorang ibu muda yang menggendong anaknya datang ke tempat biasa saya bekerja. Awal mulanya saya mengira ibu tadi akan menyewa buku atau sekedar membaca buku koleksi Book Cafe yang selalu saya tunggui. Tidak berselang lama kira-kira satu menit, dengan ragu-ragu, juga sedikit takut si ibu muda tadi memberanikan ngomong kepada saya. Berawal dari menanyakan apakah saya tinggal di sini (Book Cafe) atau di tempat lain (Rumah).
Saya pun mengatakan kalau saya tidak menginap di Book Cafe melainkan pulang ke rumah di bilangan haji Idak. Eh ternyata si ibu muda tadi tidak tau daerah saya tinggal, atau memang daerah saya tidak terkenal ya. Karena ibu tadi tampak ragu-ragu mengutarakan keinginannya, akhirnya saya menanyakan maksud dan tujuan mendatangi tempat saya kerja.
Dengan berat hati, sambil sedikit berlinang ibu muda tadi menceritakan apa yang sedang dialaminya. Menurut beliau suaminya yang kerja di Amuntai (daerah yang baru saja digegerkan video adegan mesum) lama tidak pulang ke Banjarbaru. Lantas ia bermaksud untuk menyusulnya, karena anaknya sakit (sambil ia memperlhatkan anaknya yang kurus kepada saya). Akhirnya sampailah pada tujuan utama, bahwa si ibu muda tadi (maaf saya tidak tahu namanya, sengaja saya tidak menanyakan) bermaksud meminjam uang kepada saya. Nah itu masalahnya, kenapa harus kepada saya, padahal saya bukan bank tempat simpan pinjam.
Tidak terlalu lama saya berpikir, tapi sebelum saya menyerahkan uang sebesar Rp. 50.000 terlebih dulu saya tanyakan berapa ongkos taksi ke kota Itik itu. Lantas si ibu muda tadi mengatakan Rp.40.000. Selanjutnya saya membuat perjanjian, karena saya tidak mau kena tipu. Saya menanyakan di mana beliau tinggal, ternyata beliau indekos di belakang TK Sandy Putra Banjarbaru.
Seperti di tempat simpan pinjam yang lain syarat-syarat harus ada. Begitu juga dengan saya, saya mengajukan satu syarat kalau ibu itu akan mendapatkan kucuran dana dari dompet saya. Yang sejatinya itu juga bukan uang saya. Tetapi uang tempat saya bekerja yang kebetulan masih saya bawa, karena bos belum datang.(tapi saya ganti lhooo)
Syarat yang saya ajukan tidaklah berat, saya cuma minta ibu muda itu akan menggunakan uang seperti apa yang ia bilang (untuk ongkos taksi ke Amuntai). Akhirnya beliau berjanji kepada saya. Karena senja akan segera merapat dan saya takut ibu muda tadi kemalaman saya berikan uang Rp. 50.000 tadi tanpa harus mengembalikan, artinya saya beri dengan segala keiklasan saya.
Saya juga mengatakan kalau uang itu digunakan tidak seperti yang beliau sampaikan saya tidak akan pernah ikhlas memberikan uang tersebut dunia akherat. Dengan mengucapkan terimakasih sambil mengusap air matanya ibu muda tadi pergi meninggalkan saya.
Ku tatap punggungnya lantas aku mengelus dadaku siapa yang salah sebenarnya. Suaminya yang terlalu lama tidak pulanh atau istrinya yang mau ditinggal kerja jauh.

9 comments Desember 26, 2008

Hai Kenapa Harus PNS sih?

suasana pendaftaran PNS BKD Banjarbaru

suasana pendaftaran PNS BKD Banjarbaru

Bulan November tahun 2008 adalah bulan istimewa bagi mereka yang meng-idam-idamkan untuk menjadi abdi negara. Betapa tidak, bulan November pemerintah memberikan kesempatan yang tidak terbatas. Tentunya bagi mereka yang ingin menjadi Pekerja Negara Susah (PNS). Hanya sedikit waktu yang pemerintah berikan, juga hanya sedikit calaon PNS yang akan diterima. Tetapi para pelamar yang mengarapkan jabatan itu, ternyata seratus kali lipat dengan kebutuhan. Artinya bahwa PNS menjadi cita-cita banyak orang. Namun saya heran, dalam hati, saya selalu bertanya. Apa yang sebenarnya menjadi keistimewaan seorang PNS itu. Padahal menurut cerita kawan-kawan saya (karena kebetulan saya tidak tertarik untuk menjadi PNS tersebut) menjadi PNS juga susah. Tetapi susahnya dalam tanda (‘).

Beberapa hari yang lalu ketika saya iseng mendatangi kantor BKD Banjarbaru. Saya berusaha untuk mencari informasi kenapa orang-orang begitu tertarik untuk menjadi PNS. Setelah saya mem-foto aktifitas pendaftaran, saya berusaha untuk bertanya ke beberapa pendaftar yang kebetulan tidak sedang antri. Dari empat orang yang saya tanyai, ternyata jawaban mereka hampir sama. Apakah jawaban itu : (lagi…)

15 comments November 28, 2008

Untungnya Apa Sih?

ini lagi perang saudara gara-gara atasan pilih kasih

ini lagi perang saudara gara-gara atasan pilih kasih

Sungguh ironis memang ketika melakukan sesuatu sudah diawali dengan polemik, politik dan juga strategi. Akan banyak kemungkinan terjadi gesekan sana-sini apabila semua itu menjadi tidak sehat. Persaingan dalam mendapatkan tempat yang layak bagi diri masing-masing memang sangatlah tidak gampang, berbagai politik akan dilakukan oleh setiap konseptor atau pencipta agar keinginannya terpenuhi. Tak terkecuali di Kalimantan Selatan. Sudah hampir tiga tahun lebih gesekan-gesekan menjadi santapan yang sangat umum. Sebenarnya induvidu atau kelompok-kelompok itu hanya ingin menjalankan metodenya masing-masing. Tidak lebih dari itu. Lantas mereka yang salah tanggap akan mengartikan lain. Hal semacam itu bagian dari sebuah politik untuk menempatkan dirinya dalam puncak-puncak perhatian dan pembicaraan publik. Tidak salah memang selama tujuannya jelas. (lagi…)

2 comments November 27, 2008

Banjarbaru VS Pendidikan?

keceriaan setelah mereka ujian sebelum tahu hasilnya

Kota Banjarbaru yang selalu dibicarakan orang sebagai kota pendidikan selalu saja membuat saya tidak  nyaman, mungkin juga masyarakat yang lain. Ada berbagai alasan yang menjadikan saya terkadang sangat tidak familier mendengar ucapan “Kota Pendidikan”. Oke kalau itu menjadi sebuah cita-cita, karena siapapun dibebaskan untuk mengucapkan cita-citanya kepada orang banyak tak terkecuali kota Banjarbaru. Tapi apakah tidak berlebihan kalau saat ini kota Banjarbaru sudah mempublikasikan sebagai kota pendidikan.  Sementara kita semua tahu apa yang terjadi di lapangan sangat jauh berbeda. Satu hal yang menjadikan bukti adalah tingkat kelulusan. Benerapa tahun terakhir ini tingkat kelulusan yang sangat rendah. Tahun 2007 adalah tahun yang paling memiriskan hati bagi masyarakat Banjarbaru. Betapa tidak, Banjarbaru menyisakan banyak anak-anak sekolah yang seharusnya sudah lulus. Tetapi mereka harus menundanya, karena memang nilai yang mereka hasilkan dalam ujian tidak memenuhi standar kelulusan. Siapa yang harus disalahkan. Apakah kota Banjarbaru yang terlalu dini mengembor-gemborkan sebagai kota pendidikan. Pendidik yang setiap hari memberikan pelajaran kepda mereka, atau justru murid-murid tersebut. Ini menjadikan pertanyaan yang harus kita jawab bersama, kalau cita-cita kota Banjrabaru akan terwujud. (lagi…)

2 comments November 26, 2008

Ketika Berbicara Tentang Museum dan Pariwisata.

Selasa, 25 Nopember 2008 Museum Lambung Mangkurat kalimantan selatan mengadakan seminar. Dalam kesempatan itu museum mengambil tema “Museum Sebagai Penunjang Pariwisata”. Dalam benak saya banyak pertanyaan yang sangat sulit saya jawab sendiri. Tentunya dengan kaitannya museum sebagai tempat pariwisata. Sebab apa yang bisa dijual oleh museum kepada masyarakat hingga mereka mau datang atau berpariwisata ke museum.  Untuk menemukan jawaban tersebut, saya datang dan mengikuti jalannya seminar lumayan di saping mendapat makalah saya juga mendapatkan snack. (lagi…)

5 comments November 25, 2008

Sebuah Lawatan untuk Musikalisasi Puisi

sebagian murid yang tertrik dengan musikalisasi puisi

sebagian murid yang tertarik dengan musikalisasi puisi

Seminggu yang lalu. Seorang guru  SLTP N I Simpang Empat Pengaron menemui saya. Pada saat itu beliau ingin meminta contoh bentuk musikalisasi puisi. Tapi sayang, saya tidak punya apa yang beliau inginkan. Tetapi saya mempunyai beberapa dokumen pribadi, yang direkam oleh teman saya. Ketika beberapa kali saya pentas pembacaan puisi. Saat saya memperlihatkan rekaman itu, ibu guru tadi tertarik untuk mengcopy. Tapi karena beliau tidak membawa flash disck terpaksa saya menunda memberikan rekaman tersebut. (lagi…)

Add comment November 24, 2008

Di Banjarmasin Ada yang Hilang.

Hari Rabu yang lalu saya pergi ke Banjarmasin. Tepatnya ke perpustakaan pusat UNLAM Banjarmasin. Kebetulan hari itu saya berkesempatan untuk menjadi salah satu dewan juri lomba baca puisi bahasa Inggris. ESA yang mehelat acara tersebut. Tetapi dalam coretan saya ini itu tidak penting. Yang penting adalah sesuatu yang menurut saya janggal, yaitu tidak bertemunya saya dengan para anak jalanan di setiap lampu merah. Yang biasa saya lewati setiap saya pergi ke Banjarmasin. (lagi…)

4 comments November 24, 2008

Nazmie Pergi ke Surga.

Nazmie gadis yang malang, ayahnya meniggal saat ia baru berumur satu tahun. Sekarang umurnya sudah dua belas tahun, Nazmie menjadi seorang gadis remaja. Tapi sayang Nazmie hanya mengenal ayahnya lewat cerita, dan juga dongeng ibunya disaat menjelang tidur. Tubuhnya tidak terlalu besar untuk ukuran gadis seumurnya, semua itu karena Nazmie selalu terlihat memendam beban yang berat. Wajahnya yang bulat telur sedikit sendu. Selebihnya Nazmie menjadi gadis pendiam, Nazmie terlalu sering mengurung dirinya di dalam rumah. Waktu kecil Nazmie tidak terlalu suka bergaul dengan teman-teman sebayanya. Mereka selalu mengejeknya, mereka selalu bilang kalau Nazmie tidak punya ayah. Kalau Nazmie tidak tahan, Nazmie akan pulang dengan air mata yang menjelma sungai-sungai kecil di pipinya. Nazmie tumbuh dengan kemurungan, hanya dongeng ibunya yang selalu membuatnya tersenyum. Sebelun berangkat tidur ibunya selalu mendongeng untuknya. Tentang Galuh, cerita tentang seorang putri yang cantik sekali, dan bila menangis, air matanya akan berubah menjadi intan. Tempat di mana Galuh itu dulu selalu menangis, kini menjadi tempat pendulangan intan terbesar di daerah Nazmie tinggal. Ayahnya dulu juga salah satu dari para pendulang air mata Galuh itu. Ayah Nazmie meninggal, setelah tanah yang digalinya untuk mendapatkan intan runtuh, ketika hujan lebat tiba-tiba datang. Cerita itu yang selalu menjadi favorit Nazmie menjelang tidur malamnya. Tiba-tiba saja pada suatu malam Nazmie ingin ibunya bercerita tentang pangeran bersayap. Nazmie tidak tertarik lagi dengan cerita tentang air mata seorang gadis cantik yang bernama Galuh. Juga cerita bagaimana air matanya berubah menjadi intan. Ibu gurunya yang telah merubah keinginan Nazmie untuk mendengar cerita tentang pangeran bersayap. Sewaktu di sekolah ibu gurunya bercerita tentang pangeran itu, Nazmie ingin mendengarnya lagi. Kali ini, ingin ibunya yang bercerita. Bagi Nazmie, ibunya bisa membangun suasana bila bercerita untuknya, seakan Nazmie ada di dalamnya. Nazmie selalu merasakan alam yang lain apabila ibunya mendongeng, wajahnya memancarkan keteduhan yang dalam. Ibunya akan merasa bahagia saat mendapati wajah anaknya berseri. Sejuk laksana embun pagi di atas daun talas, secerah cahaya matahari di waktu fajar. Juga laksana purnama yang bertabur bintang dan terhias gumpalan awan yang putih. Sempurna. (lagi…)

Add comment November 6, 2008

Museum.

Luar biasa, itulah yang dapat saya katakan, ketika saya menyusuri lorong-lorong Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru. Bagaimana tidak, dalam gedung yang berlantai dua itu banyak hal saya temukan. Saya seakan memasuki zaman lampau negeri Borneo (Kalimantan). (lagi…)

Add comment November 5, 2008

Next Posts Previous Posts


Lembaran

Sponsor Blog Ini




Jadwal KEhidupan

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Penaku

kata mereka

benkyongeblog di aku menuju darah dan air …
Rizal di aku menuju darah dan air …
wong jowo di Budaya Jujuran menjadi Momok P…
kejarsetoran di Hai Kenapa Harus PNS sih?
Jiwa Teater di Buku Tamu

tulisan teratas

sahabat-sahabat yg mampir

Blogroll

RSS sajak-sajak Isuur (meghatruh) loeweng S

Jangan asal copy paste ya..

isuur loeweng s komet

Arsip