Archive for September, 2008

Pengemis

Sebenarnya saya tak tega menulis tentang profesi ini, tapi kata “pengemis” selalu saja menjalari otakku. Sudah tiga kali saya menemui bulan Ramadhan di Banjarbaru, tiga kali ini juga, setiap bulan puasa saya melihat pengemis itu selalu mangkal di daerah pasar wadai. Tidak di keramaian pasar wadai memang, jauh di luar. Tetapi orang dermawan yang ditunggunya adalah orang-orang yang datang ke pasar wadai. Seorang laki-laki dengan cacat kedua kakinya, beliau tak mampu lagi berjalan dengan kakinya, hanya dengan bantuan kedua tangannya ia mengeserkan badanya yang tidak terlalu besar. Kalau dilihat dari raut mukanya, sungguh menyedihkan memang. Bapak itu tidak banyak bicara, hanya sedikit anggukan setiap kali ada dermawan yang melemparkan selembar uang ribuan. (lebih…)

September 16, 2008 at 1:26 am 11 komentar

Gelar sastra sajak-sajak (almarhum) Ajamuddin Tifani

Loeweng Production Banjarbaru kembali menggelar event “Gelar Sastra sajak-sajak almarhum Ajamuddin Tifani”. Acara yang akan dihelat tanggal 23 September 2008 pukul 21.00 wita, bertempat di Aula Museum Lambung Mangkurat banjarbaru.

Isuur Loeweng selaku ketua panitia mengundang kepada segenap sastrawan beserta sanggar-sanggar dan masyarakat umum yang ada di Klimantan Selatan.

Adalah sebuah penegenangan. Karena di kaca mata Indonesia, Kalsel dipandang sebagai gudang penyair, walau hanya beberapa orang saja yang namanya dikenal di tingkat nasional. Adalah almarhum Ajamuddin Tifani salah satunya. Seorang penyair sufi dari ranah kota seribu sungai, dan untuk mengenag kepenyairan beliau kami Loeweng Production Banjarbaru akan melaksanakan kegiatan, sebagai tanda bahwa seniman sastra di Banjarbaru khususnya dan umumnya Kalsel pernah mempunyai seorang Ajamuddin Tifani.

Kami berharap dengan digelarnya acara ini yang berupa, Tahlil dan gelar sastra karya-karya almarhum, bertepatan dengan hari lahir beliau, bisa menjadi pemicu generasi muda. Tentunya agar menjadikan motifasi untuk lebih giat bersastra di ranah Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar pengenangan dan juga sebagai penghormatan atas kredibilitas dan karya-karya almarhum selama masih aktif meramaikan dunia sastra di Kalimantan Selatan. Loeweng Production dalam pergelaran ini menampilkan pertunjukan, dengan konsep gelar sastra yang mengambil pijakan gerak. Lima orang personil yang mengaransemen musik dan empat orang pendukung tari akan meramikan pertujukan gelar sastra tersebut.

Andi Sahludin yang dipercayakan sebagai sutradara mengatakan, bahwa kesempatan yang diberikan kepadanya adalah sebuah kehormatan, bisa menggarap karya-karya almarhum Ajamuddin Tifani.

Acara ini juga didukung oleh koran harian pagi Radar Banjarmasin, Komunitas Sastra Indonesia cabang Banjarbaru dan Pemerintah kota Banjarbaru serta Komunitas Blogger Kalsel.

September 7, 2008 at 2:37 am 7 komentar

Hujan

Hujan adalah turunya air dari langit, nah kebetulan bulan yang sudah berjalan empat hari ini selalu saja hujan. Hampir setiap subuh datang, hujan juga segera datang. Dan yang paling menyedihkan karena turunnya hujan, kita semua menjadi malas bangun (iya nggak). Akhirnya kita akan terlambat berangkat bekerja atau melakukan aktifitas yang lain.

Tetapi menurut kawan yang lain, ketika saya kirimkan sms pertanyaan tentang hujan yang selalu mengguyur setiap subuh, bahkan terkadang sampai siang. Jawabnya justru malah senang, alasanya cukup menrik juga. Hari yang harus ia lalui bertambah pendek, karena hujan paling nikmat untuk tidur. Dan puasa tidak terasa. Menurutnya tidur dalam puasa juga ibadah (wah ibadah sebelah mana, kalu tidurnya menghindari pekerjaan yang lebih penting).

Menurut saya, kalau itu pandangan yang berbahaya dan berbau menjerumuskan orang lain. Bagaimana kalau semua orang lebih mementingkan tidur karena alasan ibadah. Bisa kacau kehidupan orang lain yang lebih mementingkan pekerjaan ketimbang tidur. Termasuk juga saya, saya paling tidak bisa tidur terlalu lama walaupun suasana sangat mendukung. Setelah sahur selesai juga sholat subuh saya agak susah untuk kembali terbaring dengan pulas. Banyak hal yang membuat saya tidak bisa tertidur lagi. Yang nyata pada pagi hari adalah waktu yang paling nikmat untuk menulis, karena pikiran kita masih jernih. Jadi masih banyak kemungkinan kita berpikir cemerlang.Untuk yang kedua saya takut terbangun kesiangan dan terlambat mesuk kerja.

Hujan di pagi hari membuat saya susah, mungkin juga banyak orang yang mengalami nasib seperti saya. Karena mereka tentunya juga saya mempunyai tanggung jawab yang harus dikerjakan pagi.

Tapi, berbahagialah bagi orang-orang yang tidak harus bangn pagi, karena hujan akan tambah menikmatkan tidur anda. Dan saya ucapkan semoga dalam menjalankan puasa lebih khusyuk, karena anda-anda tidak akan banyak menemukan godaan di luar tidur. Semoga saja anda-anda tidak bermimpi hal-hal yang bisa membatalkan puasa, juga berdoalah semoga tidur anda sekalian adalah ibadah.

Amiiiiin…………

September 5, 2008 at 6:23 am 6 komentar

Museum Media Belajar di Luar Sekolah.

Tidak kita pungkiri, di Kalimantan Selatan ini, khususnya Banjarbaru telah banyak sekolah-sekolah formal dan non formal. Bahkan kota Banjarbaru merupakan kota pendidikan. Sebagai contoh saja lembaga pendidikan tumbuh dengan pesaat di pojok-pojok kota. Tetapi tidak menutup kemungkinanakan adanya tempat belajar dengan metode yang lain. Sebagai contoh semisal museum dijadikan tempat alternatif lain, sebagai sarana belajar di luar sekolah, maupun lembaga pendidikan yang terus berkembang. Semisal saja menjadi pusat pendidikan kesenian daerah atau tempat pengkajian kebudayaan bagi anak-anak sekolah. Tentunya hal itu akan menjadi sangat penting bagi perkembangan pengetahuan tentang sejarah suatu daerah. Museum merupakan gerbang sejarah perjalanan suatu daerah, maka dari itu tentunya potensi akan lebih besar pengaruhnya kepada masyarakat untuk lebih tau apa saja yang pernah di lakukan dan dimiliki nenek moyang mereka. Sekolah formal hanya akan mempelajari sedikit dari sekian banyak masalah sejarah peradaban, semua itu dikarenakan banyak hal yang harus dipelajari untuk mengejar target kurikulum. Memang sangat memprihatinkan bagi para penelola museum, karena rendahnya minat masyarakat untuk mengunjungi museum. Dan itulah satu kendala terberat untuk mengenalkan sejarah-sejarah yang tertumpuk dalam setiap ruangan museum. (lebih…)

September 3, 2008 at 4:28 am 3 komentar

Pasar Wadai

Dasar, urang suka banar lawan balanja. Hari ini adalah hari pertama umat Islam menjalankan ibadah puasa. Ibadah yang di wajibkan bagi hamba Allah yang beriman. Seperti yang tertera dalam Al-Quran (Ya ayuu haladzina amanu kutiba alaikum musiam dst ). (lebih…)

September 1, 2008 at 9:27 am 2 komentar


Sponsor Blog Ini




Jadwal KEhidupan

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

sahabat-sahabat yg mampir

  • 32.171 hits

RSS sajak-sajak Isuur (meghatruh) loeweng S

  • Kerinduan yang Tak Habis-Habis November 24, 2008
    Ibramsayah Amandit Hikayat bulan membelah duka kau hancurkan karang yang menjadi ombak lantas kau berteriak tentang hidup yang kekal sebagai tambatan menemu abadi. Seraya dzikir tetap mengalun dari tatih langkahmu menciumi senja yang luruh tiba-tiba kau pengelana di jalan yang lengang. Dari lintasan barito yang menangis kau kumandangkan rindu pada jiwa kelu […]
    meghatruh

Jangan asal copy paste ya..

isuur loeweng s komet