Archive for Januari, 2009

Lelaki Sederhana dan Kayuh Baimbai

Sebelum saya bercerita keterlibatan saya dengan komunitas Blogger Kayuh Baimbai(KB), sedikit saya akan bercerita awalnya saya tahu KB. Kakak sepupu saya, yang kebetulan menjadi ketua seumur hidup KB, pada bulan Pebruari 2008 bercerita sama saya, bahwa dia akan menggagas sebuah komunitas Blogger di Kalsel. Saat itu aku belum paham betul tentang internet, walau saya sering dibawa keluar masuk internet sama kakak sepupu saya itu. Tetapi sedekit saya sudah bisa kirim email ke kawan atau redaksi koran. Dua hari sebelum para blogger kumpul di rumah kakak sepupu, saya bersama bapak Arsyad Indradi berangkat ke Jawa untuk menghadiri sebuah acara. Mungkin kalau saja saat itu saya tidak pergi ke Jawa pasti saya juga akan menjadi salah satu deklarator KB, walau pun saya belum punya Blog(saat itu). Alasannya sangat mudah, karena rumah saya dekat dengan rumah kakak sepupu saya. Setiap ada acara yang dilaksanakan kakak saya, pasti saya akan datang, entah kenapa, setelah saya tinggal satu komplek sejak 2004 saya sering berkegiatan berdua. Juga berita akan dibentuknya komunitas blog sudah beliau ceritakan kepada saya. Dan yang harus diingat teman-teman blog adalah, bagaimana perjuangan kakak saya ketika membuat slebaran kemudian di sebarkan ke beberapa warnet di Banjarbaru, juga lewat webnya. Hingga terbentuknya KB yang sekarang ini. (lebih…)

Januari 29, 2009 at 11:50 pm 12 komentar

Bensin Hilang ,Yudoyono Ngamuk !

bensin habis, jerigen antri

bensin habis, jerigen antri

Luar biasa parah keadaan negara tercita ita ini, hutang banyak, orang miskin banyak, eh kebutukan selalu saja tidak norml. Lantas ujung-ujungnya masyarakat yang kena batunya. Siapa yang harus kita salahkan kalau sudah begitu.

Mulai 5 hari yang lalu Bensin dan Solar hilang dari pasaran, hampir semua POM bensin di Kalimantan Selatan bahkan di seluruh penjuru tanah air kosong. Akhirnya yang paling diuntungkan adalah penjual eceran, seenaknya menjual kepada konsumen. Padahal kita masih begitu ingat dengan kelangkaan BBM pada tahun 2008 kemarin, hingga harga eceran mencapai Rp. 25.000/liter. Kapan Indonesia ini mau makmur. Kemudian dikelangkaan awal tahun ini, pengecer sudah ada yang menjual sampai harga Rp. 12. 500/liter. Padahal harga di POM hanya Rp. 5000/liter. (lebih…)

Januari 6, 2009 at 2:57 am 10 komentar

Sebuah Pelurusan Dari Ketimpangan.

(Tanggapan Atas Tulisan Ali Syamsuddin Arsi; Saling Tawar ke Jalan Keluar)

Pertunjukan teater sepanjang tahun 2008 dianggap Ali Syamsuddin Arsi (ASA) sangat minim. Hanya 2 festival di Kota Kandangan yang ditulis dalam esainya (Saling Tawar ke Jalan Keluar: Sinar Kalimantan 27 Des 2008). Padahal yang saya tahu, tahun 2008 kota Kandangan hanya menggelar satu kali festival Teater.

Dengan adanya tulisan itu(Saling Tawar ke Jalan Keluar), saya akan meluruskan apa yang sebenarnya terjadi pada dunia teater di tahun 2008. Jujur saja, saya tidak pernah diakui bahwa saya juga bagian dari dunia teater oleh sebagian kawan teater. Tapi saya mempunyai ijasah resmi jurusan teater dari sekolah saya di Jogja, saya juga selalu mengikuti setiap pementasan di Kalsel. Mungkin bagi mereka itu bukan jaminan karena saya jarang menggarap atau pun bermaian teater. Walau saya tidak dianggap, tetapi saya pernah membuat sejarah perteateran di Banjarbaru. Pada tahun 2006 saya pernah mengadakan festival teater di Banjarbaru, dan itu merupkan pertama kalinya Banjarbaru menggelar festival tingkat Kalsel. Hingga sekarang belum ada yang berani menggelar festival lagi, pun Dewan Kesenian Kota Banjarbaru. (lebih…)

Januari 2, 2009 at 3:20 am 13 komentar


Sponsor Blog Ini




Jadwal KEhidupan

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

sahabat-sahabat yg mampir

  • 31.609 hits

RSS sajak-sajak Isuur (meghatruh) loeweng S

  • Kerinduan yang Tak Habis-Habis November 24, 2008
    Ibramsayah Amandit Hikayat bulan membelah duka kau hancurkan karang yang menjadi ombak lantas kau berteriak tentang hidup yang kekal sebagai tambatan menemu abadi. Seraya dzikir tetap mengalun dari tatih langkahmu menciumi senja yang luruh tiba-tiba kau pengelana di jalan yang lengang. Dari lintasan barito yang menangis kau kumandangkan rindu pada jiwa kelu […]
    meghatruh

Jangan asal copy paste ya..

isuur loeweng s komet