Archive for Maret, 2009

Museum Rumah Sejarah yang Ditinggalkan Masyarakat.

Museum, ketika membacaa kata itu kita akan segera menuju benda-benda sejarah yang penuh historis. Namun di balik itu adalah yang membuat kita mengelus dada, sebab tidak kita pungkiri, obyek wisata yang berupa Museum akan selalu sepi dari obyek wisata lainnya. Dewasa ini tempat wisata, seperti rumah makan, watter boom, agro wisata lebih menarik daripada museum yang sebenarnya menyimpan ilmu yang tidak ternilai.

Kenapa sebab? (lebih…)

Maret 3, 2009 at 4:31 am 8 komentar

Banten dan Zaman Pra-sejarahnya.

Banten adalah suatu daerah yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya kerajaan. Kurang lebih 1,8 juta tahun yang lalu, yaitu pada masa Plestosen, Banten diperkirakan berhubungan dengan benua Asia juga pulau-pulau yang berada di bagian barat Nusantara(Indonesia). Yaitu daerah kepulauan Sumatera dan Kalimantan. Kemudian berkembanglah, bahwa daratan yang menghubungkan bagian barat Indonesia dengan daratan di Asia dinamakan paparan Sunda. Lantas pulau-pulau yang berada di bagian timur Indonesia yang menghubungkan dengan daratan Australia disebut paparan Sahul. Karena penurunan permukaan air pada zaman itu, akhirnya terjadinya penyatuan daratan Asia dan Sahul. Semua itu disebabkan pengumpulan air di kutub yang berubah menjadi es. Nah pada masa inilah penyebaran penduduk di nusantara mulai terjadi. Ketika glasiasi berakhir, daratan-daratan yang tadinya menjadi satu, akhirnya terpisah kembali. Dan banyak ditemukan singkapan endapan tanah formasi plestosen di Banten. Maka diyakini bahwa Banten muncul semasa munculnya benua Asia. Setelah Banten diyakini ada, maka dimulailah kehidupan dengan zaman prasejarahnya. (lebih…)

Maret 3, 2009 at 4:24 am 1 komentar


Sponsor Blog Ini




Jadwal KEhidupan

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

sahabat-sahabat yg mampir

  • 31.609 hits

RSS sajak-sajak Isuur (meghatruh) loeweng S

  • Kerinduan yang Tak Habis-Habis November 24, 2008
    Ibramsayah Amandit Hikayat bulan membelah duka kau hancurkan karang yang menjadi ombak lantas kau berteriak tentang hidup yang kekal sebagai tambatan menemu abadi. Seraya dzikir tetap mengalun dari tatih langkahmu menciumi senja yang luruh tiba-tiba kau pengelana di jalan yang lengang. Dari lintasan barito yang menangis kau kumandangkan rindu pada jiwa kelu […]
    meghatruh

Jangan asal copy paste ya..

isuur loeweng s komet